Pasuruan - Peringatan Hari Jadi ke-326 Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (8/2) kurang meriah dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya diduga karena panjangnya waktu peringatan dan terpecahnya kegiatan secara sektoral. ANTARA di Pasuruan melaporkan, kirab pataka Pasuruan yang menjadi puncak peringatan, sebagian besar diikuti oleh para pejabat Pemerintah Kota Pasuruan dan hanya sebagian kecil kelompok tari serta seni tradisional lainnya. Warga masyarakat yang mendatangi puncak acara di GOR Untung Suropati juga tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Pengunjung terbesar adalah para ibu yang mengantar putra putrinya yang masih duduk di Taman Kabak-kanak. Puncak peringatan hari jadi Kota Pasuruan diwarnai dengan kirab Pataka Kota Pasuruan dari Stadion Untung Suropati di Jalan Pahlawan menuju GOR Untung Suropati di Jalan Sultan Agung. Dari stadion Pataka dikirab oleh pasukan Wiroguno dan sejumlah kelompok tari dan kesenian tradisional. Sementara para pejabat mengikuti kirab mulai dari Kantor Bappeda Kota Pasuruan diujung Jalan Sultan Agung. Tidak begitu banyak warga masyarakat Kota Pasuruan yang menyambutnya di tepi jalan. Sedangkan di GOR Untung Suropati, puncak peringatan diwarnai dengan pembacaan Pataka Kota Pasuruan oleh Walikota Pasuruan, Hasani, dilanjutkan pelepasan balon oleh para siswa TK sebanyak 326 buah, serta tarian massal Ning Pasuruan Uang, dan hiburan komedian. Humas Kota Pasuruan, Rudiyanto, menjelaskan, pelaksanaan peringatan hari jadi Kota Pasuruan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena acara peringtan dilaksanakan secara bertahap dan terpisah dalam kurun waktu sekitar dua bulan, mulai Januari hingga Maret mendatang. Kegiatan peringatan juga dilaksanakan tidak secara tersentralisasi, tapi dilaksanakan secara sektoral di masing-masing instansi terkait. Ia menyebutkan, kirap puncak peringatan hari jadi merupakan tanggung jawab Disporabud, sedangkan kegiatan lainnya dilaksanakan oleh masing-masing isntransi terkait. Disebutkan, rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kota Pasuruan telah dimulai sejak pertengahn Januari hingga Maret mendatang yang pelaksanaannya tersebar di berbagi tempat. Diantaranya disebutkan, lomba produk pangan olahan di Gedung Gradika Bhakti Praja. Lomba Kotekan lesung, lomba samroh, Pergelaran wayang Kulit, Pengobatan gratis, lomba tari tradisonal, operasi katarak gratis, petik laut, serta Pasuruan Pesona Festival, dan Pasoeroean Jaman Biyen (Pasuruan tempo doeloe). (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012