Malang, 26/1 (ANTARA) - Rencana pembangunan (modernisasi) Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang, Jawa Timur, oleh pemkot setempat ditawarkan ke investor, baik lokal maupun nasional.
Wali kota Malang Peni Suparto, Kamis mengemukakan, ada beberapa investor yang sudah menyatakan kesediaannya, namun baru satu yang telah memaparkan konsepnya ke pemkot, yakni PT Patra Berkah Ipqoni asal Jakarta.
"Investor lainnya yang juga dari Jakarta baru sebatas melakukan penjajakan, belum pemaparan konsep. Ada dua investor lain yang sudah menyatakan kesediaannya, namun belum memaparkan konsepnya," tegas Peni.
Politisi PDIP itu mengatakan, pihaknya menawarkan dua konsep yang bisa diadopsi untuk kerja sama pengelolaan dengan investor. Dua konsep itu adalah sitem sewa dan "build operate transfer" (BOT).
Saat ini, lanjut Peni, tim sedang mengkaji dan membahas teknis kedua konsep kerja sama tersebut. Jika sistem sewa apa keuntungan yang diperoleh Pemkot Malang dan kalau BOT juga bagaimana.
Jika nanti investor memilih sistem BOT, katanya, berapa lama (waktu) pengelolaan yang ditangani investor."Tapi, biasanya antara 25 sampai 30 tahun," ujarnya.
Sedangkan sistem sewa, katanya, bagaimana mekanismenya dan waktu sewa serta berapa hak sewa per tahunnya. Ini yang sedang dimatangkan oleh tim sebelum diserahkan pada investor yang benar-benar berminat dan memenangkan tender.
Dengan adanya konsep tersebut, kata Peni, investor tinggal memilih salah satu konsep yang dinilai lebih cocok dengan investasinya. Dua konsep tersebut sama-sama memiliki keuntungan, namun semua itu harus dibahas secara detail dan dimatangkan, agar tidak merugikan kedua belah pihak maupun masyarakat daerah itu.
"Kami masih terus mengkaji dua konsep tesrebut, baik keunggulannya maupun kerugiannya, agar nanti tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari, baik pemkot, investor maupun masyarakat," tegasnya.
Sesuai konsep yang ada, desain PIG nantinya dijadikan satu antara pedagang yang berjualan di sisi utara dan selatan, agar tidak menganggu arus lalu lintas di jalan kembar Bumiayu-Gadang.
Bangunan baru PIG yang menyatu dengan uji kir tersebut berada di atas lahan seluas lima hektare. Investasi untuk pembangunan PIG diperkirakan mencapai Rp400 miliar lebih.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012