Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur memastikan pasokan bahan pokok aman saat Lebaran, salah satunya dengan menggelar sidak ke sejumlah pasar tradisional dan juga pasar modern yang ada di kota setempat.

Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro di Kota Mojokerto, Senin mengatakan hari ini pihaknya bersama dengan Kepala Bulog Mojokerto dan juga forkopimda Kota Mojokerto melakukan sidak ketersediaan bahan pangan menjelang pelaksanaan Lebaran 2024.
 
"Semua ini kita lakukan bagian dari upaya untuk memenuhi hak atas konsumen, jadi konsumen kita lindungi, masyarakat itu kita pastikan agar segala kebutuhannya, harga-harga di pasaran sesuai dengan apa yang telah ditentukan," kata Ali Kuncoro.
 
Ali Kuncoro yang pada sidak hari ini juga di dampingi Kepala Bulog Mojokerto memastikan pasokan pangan yang ada di Kota Mojokerto masih tercukupi hingga Lebaran nanti.
 
Ali Kuncoro mengatakan harga komoditas bahan pokok masih sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
 
"Tadi di Pasar Tanjung Anyar untuk harga daging premium memang di angka Rp130 ribu per kilogram, untuk harga beras sudah sesuai dengan ketentuan untuk premium maupun medium semua masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) dan untuk harga yang beras medium harganya pas sesuai HET Rp10.900, untuk premium yang kelas bawah masih di harga Rp13.900 dan yang kelas lebih tinggi Rp14.900 jadi semuanya masih sesuai dengan ketentuan atau HET yang ditetapkan Bapanas," katanya.
 
Selain Pasar Tanjung Anyar, dua pasar modern yang berada di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto juga menjadi lokasi sidak Pj Wali Kota Mojokerto bersama tim. Di lokasi tersebut, Mas Pj sapaan Ali Kuncoro mengecek sejumlah jajanan yang menjadi suguhan saat Hari Raya Idul Fitri.
 
"Tadi kami cek yang ada di Sanrio dan Superindo dan yang pertama kami pastikan jajanan-jajanan yang biasanya dibutuhkan oleh masyarakat untuk merayakan Idul Fitri. Kami cek alhamdulillah semua sudah tidak ada barang yang expired (kedaluwarsa), kami cek satu per satu termasuk parsel yang kami bongkar dan semua sesuai dengan ketentuan tidak ada yang expired," kata Mas Pj.
 
Ia mengatakan, selain pengecekan tanggal kedaluarsa produk, tim juga melakukan pengujian terhadap bahan pangan apakah mengandung zat-zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil yellow, Borax, Formalin.
 
"Ada dua jajanan yang diindikasi mengandung boraks, namun belum pasti karena harus ada uji lab lebih lanjut yang dilakukan oleh Dinkes di Labkesda, jadi apabila nanti sudah dinyatakan positif mengandung boraks maka itu akan kita tarik dari peredaran," katanya.
 
Dalam kesempatan ini Mas Pj juga mengimbau bagi seluruh pasar modern yang ada di Kota Mojokerto untuk memberikan tempat khusus untuk menjual produk makanan dari UMKM Kota Mojokerto.
 
"Saya sudah perintahkan ke Kadiskopukmperindag agar berkoordinasi masif dengan retail-retail modern untuk memberikan slot atau ruang agar produk-produk UMKM kita bisa dipasarkan atau ada stan khusus sehingga warga masyarakat Kota Mojokerto ekonominya juga ikut tumbuh dan semuanya bisa ikut merasa senang dan semuanya demi UMKM kita bisa naik kelas," kata pria yang saat ini juga menjabat sebagai Kadispora Jatim.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024