Sejumlah Nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mengaku belum melaut karena tangkapan ikan berkurang, terlebih setelah bencana gempa yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kalau keadaan seperti ini kan keadaan ikan di laut berkurang, kalau musimnya ikan itu bulan tujuh atau delapan, pasti pasokannya banyak," ujar Nawawi di Bawean, Gresik, Selasa.

Oleh karena itu, dirinya juga belum memasok ikan ke sejumlah pasar di wilayah tersebut, karena masih fokus untuk menangani rumah yang rusak akibat bencana gempa.

"Selain itu, karena perahu saya masih ada rusaknya, soalnya saat gempa terjadi saya berada di laut," katanya.

Namun, dirinya juga tidak menyangkal masih takut jika harus melaut untuk saat ini karena trauma yang dialaminya.

"Saya juga masih takut, saat gempa pertama kemarin saya di laut rasanya goyang-goyang, untung tidak sampai jatuh," ujarnya.

Nawawi berharap, semoga hal tersebut menjadi yang terakhir kali dia rasakan karena memang membuat trauma tersendiri.

"Semoga ini yang terakhir, kami sekeluarga juga takut sekali, ini saja saya masih belum berani tinggal di rumah," tuturnya.

Sementara itu, nelayan lainnya yang bernama Huda mengaku juga merasa takut jika harus melaut pascagempa yang melanda Bawean.

"Kapal kami masih sandar, masih takut, stok di pasar juga mulai menipis, tapi mau bagaimana lagi, trauma saya," katanya.(*)

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024