Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni mengatakan bahwa Desa Bades menjadi sentra pemasok utama cabai karena memiliki lahan seluas 90 hektare di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Desa Bades yang memiliki potensi lahan lebih dari 90 hektare untuk tanaman cabai rawit dapat menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku sambal di Kabupaten Lumajang," katanya saat panen cabai rawit varietas ori 212, di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Jumat.

Menurutnya Pemkab Lumajang optimis dengan potensi yang dimiliki Desa Bades tersebut maka mampu menjadi solusi untuk mengendalikan laju inflasi di daerah setempat.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga berbicara tentang pentingnya seimbang antara kebahagiaan petani dan stabilitas ekonomi karena kalau harga tinggi petani senang tapi inflasinya naik, sehingga itu harus diseimbangkan.

"Saat ini, harga cabai rawit di Lumajang masih dapat terjangkau oleh masyarakat, meskipun terdapat peningkatan harga yang cukup signifikan. Saya optimistis bahwa kondisi pasar komoditas cabai rawit dapat tetap terkendali," tuturnya.

Selain melakukan panen, Pj. Bupati Lumajang yang akrab disapa Yuyun itu juga memberikan bantuan perangkap lingkat kuning kepada petani di kelompok tani Suka Tani untuk mengantisipasi hama serangga.

Sementara itu, Kepala Desa Bades Sahid mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang atas perhatian terhadap para petani di desa setempat dan pihaknya berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi petani dengan memberikan akses lebih baik terhadap pupuk dan obat pertanian.

"Harapan saya, program untuk kelompok tani bisa diberikan kemudahan, terutama dalam akses pupuk dan obat-obatan. Standar harga juga perlu diperhatikan oleh pemerintah," katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024