Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengoptimalkan media sosial sebagai sarana mempromosikan produk wisata di wilayah setempat dengan mendorong pengelola pariwisata membuat konten wisata menarik.

Untuk mewujudkannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, memberikan pelatihan pembuatan konten wisata kepada puluhan pengelola destinasi wisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Pelatihan pembuatan konten wisata sudah kami lakukan dan berlangsung di Banyuwangi Creative Hub," ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Ainur Rofiq di Banyuwangi, Jumat.

Dia menyebutkan bahwa dari data survei We Are Social pada  2023 diketahui pengguna media sosial di Indonesia mencapai lebih kurang 167 juta orang.

Baca juga: BKKBN pilih Banyuwangi tuan rumah "Ambassador Goes To Kampung KB"

Pengguna media sosial yang mencapai 167 juta orang itu membuktikan bahwa media sosial saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup atau lifestyle.

"Oleh karena itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memaksimalkan promosi melalui media sosial untuk menjangkau lebih banyak wisatawan," kata dia.

Menurut Rofiq, dalam pelatihan itu materi diawali dengan pembuatan konten video dan foto yang dimentori langsung oleh salah seorang pelaku konten kreatif asal Banyuwangi, yakni Ahmad Riski Fauzi.

Peserta pelatihan juga diberikan materi desain grafis bagi pemula menggunakan aplikasi Canva yang dikombinasikan dengan beberapa laman Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dipaparkan oleh Erwin Prastyo yang memiliki latar belakang sebagai desain grafis di Disbudpar setempat.

"Kegiatan ini diharapkan mendapatkan output  positif sehingga dapat diterapkan di kalangan destinasi wisata. Dengan demikian update mengenai destinasi dapat dijangkau dengan mudah oleh calon pengunjung yang akan mengunjungi destinasi wisata," kata Rofiq.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024