Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla menyatakan seorang pemimpin harus mengedepankan sikap sabar ketimbang memperlihatkan sisi emosional saat menghadapi suatu persoalan.

Hal itu disampaikan oleh Jusuf Kalla di dalam forum bertajuk "Dialog Kebangsaan dan Kewirausahaan" di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

"Bagaimana kira-kira negara dipimpin oleh orang yang suka marah? Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain?," kata Jusuf Kalla.

Bahkan dia mengibaratkan pemimpin layak seorang sopir yang harus mengedepankan kesabaran di dalam berlalu lintas. Sebab, jika tidak maka hal itu bisa mencelakakan para penumpang. 

"Kalau pilih sopir, jelas yang tau arah, tidak suka marah-marah. Kalau marah-marah bisa-bisa menabrak nanti," ujarnya.

Lebih lanjut, kata JK, seorang pemimpin, dalam hal ini adalah sosok pemimpin maupun pejabat negara jika tidak bisa mengontrol emosinya, maka dampak besar bisa diterima oleh rakyat.

Oleh karena itu, dia menyebut saking krusialnya peran tersebut, seorang pemimpin maupun pejabat negara harus bisa punya sikap tenang dan mengedepankan "pemikiran dingin" saat menanggapi maupun menyelesaikan persoalan.

"Pemimpin harus tenang, memiliki gagasan, jangan emosional, karena persoalan bangsa ini banyak, kalau tidak tenang pemimpin kami, tentu tidak baik. Pemimpin jangan emosional," katanya.

Jusuf Kalla pun menyarankan bagi calon kepala negara sudah seharusnya mencontoh dan meneladani sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

"Harus amanah, tabligh, paling baik siapa, paling amanah siapa, itu saja pegangannya. Karena kita harus mengikuti ilmu Rasulullah SAW," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum mendatangi forum bertajuk "Dialog Kebangsaan dan Kewirausahaan", Jusuf Kalla terlebih dahulu mengikuti agenda "Konsolidasi Akbar Anies & Muhaiminin AMIN Jawa Timur" di DBL Arena Surabaya.

Kedatangan JK hanya sebatas tamu undangan. Hal tersebut disampaikan langsung calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.

Cak Imin menyampaikan kedatangan Jusuf Kalla bukan sebagai bagian dari tim kampanye atau Tim Nasional (Timnas) Pemenangan "AMIN".

"Beliau tidak bisa memberikan sambutannya karena beliau bukan juru kampanye," kata Cak Imin.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024