Surabaya - Pertamina Hulu Energi "West Madura Offshore" (PHE WMO) optimistis kinerjanya di Blok "WMO" bukti Indonesia mampu mengelola proyek lepas pantai "offshore". "Apalagi, selama ini kami biasa mengerjakan proyek minyak dan gas bumi di darat," kata Mantan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore, Dwi Martono di Surabaya, Sabtu. Ia optimistis, pascaberakhirnya kepemimpinan dia pada tahun ini maka Pertamina sanggup mengelola Blok West Madura Offshore dengan performa yang semakin baik dan menjunjung tinggi profesionalisme. "Kami yakin dengan kemampuan yang dimiliki sekarang dapat membantu pemerintah untuk memenuhi permintaan pasar minyak dan gas bumi dalam negeri," ujarnya. Ia menargetkan, sampai akhir tahun 2011 volume minyak yang bisa diproduksinya mencapai 20.000 barel per hari. Sementara, saat ini angka produksi minyak di Blok West Madura Offshore masih di posisi 14.000 barel per hari. "Jika target tersebut tercapai, kami sanggup memproduksi minyak dua kali lipat atau menjadi 40.000 barel per hari pada masa mendatang," katanya. Terkait bukti pengelolaan Pertamina terhadap proyek migas lepas pantai, ia mengaku, sebelum dilakukannya pengerjaan di Blok West Madura Offshore perusahaan tersebut telah mengelola Blok West Java di Jawa Barat. "Dulu blok minyak dan gas itu hanya memproduksi 21.000 barel per hari, tetapi dengan peningkatan kualitas pengelolaan selama ini, kami bisa mencatatkan angka produksi naik menjadi 35.000 barel per hari," pparnya. Sementara itu, mengenai upaya Pertamina menguasai Blok Mahakam, Kalimantan, tambah dia, hal tersebut bisa terwujud pada tahun 2017 menyusul selesainya kontrak di blok itu pada tanggal 31 Maret 2017. "Selama ini, kontrak di Blok Mahakam terlaksana sejak 31 Maret 1967 untuk jangka waktu 30 tahun dan berakhir 31 Maret 1997. Namun, diperpanjang untuk 20 tahun sampai Maret tahun 2017," tuturnya. Dengan dikuasainya Blok Mahakam, lanjut dia, dapat meningkatkan pendapatan pemerintah di bidang minyak dan gas bumi. Bahkan, berimplikasi terhadap pengamanan kekayaan negara yang selama ini dikuasai asing.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011