Pakar pertanian yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Prof Soetriono mengatakan inovasi teknologi dan korporasi pertanian akan mendukung kedaulatan pangan di Indonesia.

"Untuk menjaga kedaulatan pangan dibutuhkan teknologi, dan inovasi serta korporasi ada perkembangan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas khususnya untuk pangan," katanya saat memberikan sambutan dalam seminar nasional bertajuk 'Inovasi Teknologi dan Korporasi Pertanian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan' di Gedung Soetardjo Unej, Selasa.

Kegiatan seminar nasional yang menghadirkan Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Hudori dan Anggota Subdit Padi Irigasi dan Rawa Kementerian Pertanian Fitrah Gunadi itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.

"Semua itu untuk mencapai ketahanan pangan dan kedaulatan pangan, dimana tahun 2045 cita-cita untuk mewujudkan impian swasembada pangan tercapai karena merupakan salah satu tonggak kekuatan bangsa bisa mandiri tidak menggantungkan impor pangan lagi," tuturnya.

Menurutnya lahan pertanian semakin tahun semakin berkurang dan menyusut karena berbagai hal, sehingga yang harus dilakukan intensifikasi memanfaatkan lahan yang ada dengan teknologi tertentu.

"Menciptakan benih unggul dengan indeks pertanaman 300, setahun bisa menanam 3 kali terus menerus, teknologi hilirisasi bahan-bahan pangan bisa untuk bahan produksi industri dan pembukaan lahan untuk meningkatkan produksi,"katanya.

Sementara Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanan Fitrah Gunadi mengatakan tantangan sektor pangan saat ini adanya pertambahan jumlah penduduk, konvensi lahan, degradasi lahan, jumlah petani menurun, keterbatasan sarana produksi dan perubahan iklim.

"Untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan produksi dengan melakukan peningkatan luas panen dan kendalikan lahan baku sawah mengingat jumlah penduduk meningkat sekitar 1,17 persen per tahun," katanya.

Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Hudori memaparkan terkait peran korporasi petani menuju Indonesia berdaulat karena kedaulatan dan kemandirian pangan merupakan spirit penyelenggaraan pangan guna mencapai tujuan pembangunan pangan.

"Sasaran pengembangan korporasi petani melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, BumDes dan lembaga ekonomi petani lainnya, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan," ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023