Dinas Perhubungan Kota Kediri mengungkapkan terdapat dua perusahaan otobus (PO) mengajukan sebagai sarana transportasi di Bandara Kediri, sehingga akan dimanfaatkan oleh pemkot untuk jalur angkutannya masuk ke Kota Kediri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur mengatakan pihaknya mendapatkan tembusan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait dengan informasi dua PO yang hendak masuk yakni Damri dan Harapan Jaya.

"Kami tentunya koordinasi, rapat dengan Kabupaten Kediri juga sehingga ada angkutan dari bandara menuju ke Kota Kediri. Yang masuk itu Damri dan Harapan Jaya, tapi soal kewenangan bandara yang akan memberikan izin," katanya di Kediri, Selasa.

Pihaknya memang berharap Kota Kediri akan dilewati jalur transportasi dari bandara tersebut, setelah bandara direncanakan operasional akhir 2023 ini. Rute yang diharapkan kendaraan dari bandara akan ke Terminal Tamanan, Kota Kediri serta Stasiun Kediri.

"Usulannya itu tergabung dalam transportasi ke bandara. Rutenya dari bandara ke Kota Kediri. Dari bandara ke Tulungagung bisa melewati Terminal Tamanan Kediri," kata dia.

Namun, terkait dengan keputusan pemberian izin operasional untuk PO masuk ke bandara, pihaknya belum mengetahui dengan pasti. Izin diberikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan yang berwenang memberikan adalah pihak otoritas bandara.

Ia pun mengatakan, Terminal Tamanan Kediri sebagai lokasi transit dari bandara, kondisinya juga sudah siap.

"Di terminal sudah dikomunikasikan dengan UPT Terminal Tamanan Kediri, agar ada space untuk transit, sebab itu juga kewenangan dari UPT terminal. Yang jelas, kami minta dilewati atau transit di Terminal Tamanan dan lewat stasiun sebagai transportasi menyambung dari bandara," kata dia.

Terminal Tamanan Kediri merupakan terminal dengan Tipe A sehingga untuk pembangunan ada di ranah Kementerian Perhubungan. Beberapa fasilitas baru dibangun di lokasi tersebut.

Dalam satu hari, setidaknya dilewati 300 kendaraan bus baik antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan tujuan ke Tulungagung Surabaya, Trenggalek Surabaya. Beberapa bus yang lewat misalnya PO Harapan Jaya, bus Bagong dan beberapa PO lainnya.

Sementara itu, Bandara Dhoho Kediri merupakan bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam hal ini, pembangunannya dilakukan oleh PT Gudang Garam melalui anak perusahaannya PT Surya Dhoho Investama.

Bandara ini nantinya memiliki landas pacu 3.300 x 60 meter, apron commercial 548 x 141 meter, apron VIP 221 x 97 meter, empat taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Pada sisi darat, bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Landas pacu sepanjang 3.300 meter merupakan kualifikasi bandara ultimate dan mampu didarati oleh Boeing 777. Sesuai dengan rencana Bandara Dhoho Kediri juga akan dimanfaatkan untuk keperluan penerbangan jamaah ibadah umrah dan haji.

Direncanakan, pada November 2023 dilakukan verifikasi, tes landing, tes take off.
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023