Kediri, Jatim (ANTARA) - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebutkan perlunya penyediaan layanan angkutan dari Trenggalek menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri dan sebaliknya, guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur.
Mochamad Nur Arifin di Kediri, Senin, usai mengikuti penerbangan perdana maskapai Super Air Jet dari Jakarta menuju Bandara Dhoho Kediri, mengatakan keberadaan bandara tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat mobilitas dan pengembangan ekonomi di Trenggalek.
Bandara Dhoho Kediri kembali beroperasi dengan maskapai baru setelah sempat ditutup sementara waktu.
"Saya tadi sudah sampaikan kepada Pak Wagub dan Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Trenggalek harus menjadi prioritas untuk disediakan feeder ke Bandara Dhoho. Kalau tidak, kami siap menyediakan sendiri," kata Nur Arifin.

Ia menjelaskan akses transportasi dari dan ke bandara menjadi kunci agar potensi ekonomi Trenggalek dapat tumbuh seiring peningkatan aktivitas penerbangan.
"Kalau daerah yang jauh dari bandara tidak berkembang, baik dari sisi jaringan transportasi maupun destinasinya, maka bandara tidak akan ramai," ujarnya.
Dengan jejaring penerbangan Super Air Jet yang menjangkau lebih dari 30 kota di dalam dan luar negeri, ia berharap Trenggalek bisa menjadi salah satu destinasi utama di jalur selatan Jawa Timur.
"Kalau Trenggalek menjadi pusat destinasi, otomatis Kediri, Blitar dan Tulungagung bisa ikut hidup sebagai kota transit," lanjutnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk percepatan pembenahan desa wisata dan kawasan destinasi pada tahun depan.
"Harapannya, dengan bandara kembali beroperasi dan akses transportasi makin baik, ekosistem ekonomi Trenggalek juga ikut tumbuh," katanya.
