Festival Semarak Santri Berdaya di Kota Probolinggo, Jawa Timur, memamerkan produk unggulan pondok pesantren dalam rangka  memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) di kota setempat.

"Setidaknya ada 20 pondok pesantren yang ikut memamerkan produk unggulan mereka," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kota Probolinggo Fitriawati, Rabu.

Pondok pesantren yang berpartisipasi memamerkan produk unggulannya yakni Ponpes Al-Mansuri, Nurul Yaqin, Riyadlus Sholihin, Nurul Hidayah, Raudatul Mutaalimin Putra, Zainul Islah, An Nahdliyah, As-Shulthon, Raudatul Malikiyah, Miftahul Ulum Alsalafy, Raudatul Muttaqien, Azidan BZH, dan Fauzul Muklasin.

"Rencananya akan digelar selama tiga hari, namun karena animo ponpes sangat tinggi maka kegiatan itu akan diperpanjang menjadi enam hari," tuturnya.

Menurutnya banyak ponpes yang ingin terlibat dalam pertunjukan seni dan olahan UMKM. Selain sebagai media komunikasi tentang program pembangunan pemerintah, kegiatan itu juga menampung aspirasi dalam program ekonomi masyarakat dan sebagai pemberdayaan ekonomi santri.

Sementara itu Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyatakan kagum dengan berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh ponpes melalui program one pesantren one product (OPOP) yang diluncurkan Pemprov Jatim.

"Saya yakin ke depan OPOP tidak hanya melahirkan satu produk saja, tapi akan sangat banyak produk dan bisa bersaing dengan UMKM lainnya karena sumber daya manusia (SDM) pesantren juga banyak," katanya.

Ia mengatakan anak pesantren tekun dan taat, serta mau diberikan arahan oleh gurunya, sehingga santri bukan hanya dibekali ilmu agama namun bekal praktik nantinya bisa terjun langsung dalam masyarakat untuk mengembangkan ilmu ekonominya dalam mengolah dan mengedukasi lingkungannya.

"Saya berharap perekrutan ASN pun mencontoh TNI/Polri karena penghafal Al Quran dengan mudahnya bisa diterima. Mudah-mudahan perekrutan ASN pun juga begitu karena keberadaan para santri bisa ikut andil dalam memajukan bangsa Indonesia," ujarnya.

Selain mengadakan kegiatan gelar produk unggulan pesantren, kegiatan diisi oleh 24 peserta Pentas Seni Hiburan Islami dan beberapa lomba seperti lomba Asmaul Husna bagi lembaga Raudhatul Athfal, lomba adzan se-MI Kota Probolinggo, dan lomba kaligrafi Ponpes Santri Usia 15-20 tahun, serta mengadakan sosialisasi dan FGD dalam pengembangan sistem ekonomi pesantren.

"Sebanyak 75 UMKM Kota Probolinggo berhasil mendapatkan sertifikat halal dalam rangkaian HSN itu. Kota Probolinggo juga berhasil mendapat tiga besar dalam Lomba OPOP Awards yang diwakili oleh Ponpes Azidan BZH, bersanding dengan Ponpes Langitan Tuban, dan Ponpes Al-Yasini Pasuruan," katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023