Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar operasi pasar yang dibingkai dalam Program "Gerakan Pangan Murah" untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2023 di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Mohamad Ridwan di Kediri, Senin, mengatakan kegiatan ini dengan tujuan agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan cara yang mudah dan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, katanya, membantu menekan inflasi di kota ini.

"Saat ini harga pangan di Kota Kediri masih bergejolak. Dengan gerakan pangan murah ini, kami jual pangan berkualitas bagus dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.

Ia menjelaskan komoditas yang dijual pada kegiatan itu, meliputi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng, tepung terigu, gula, telur, bawang merah, bawang putih, sayur, dan buah.

Ia menyebut jumlah komoditas yang cukup banyak, seperti beras SPHP dari Bulog Kediri delapan ton, beras premium satu ton. 

"Semua komoditas yang kami jual ini, kami dapatkan langsung dari Bulog Kediri, distributor, petani dan peternaknya langsung. Jadi harganya juga pasti lebih terjangkau," kata dia.

Dalam kegiatan ini, harga dipatok lebih murah ketimbang harga di pasaran. Beras premium kemasan lima kilogram dijual Rp67.500, beras SPHP Rp52.000, minyak goreng satu liter dijual Rp14.500, gula pasir satu kilogram Rp14.200, telur per kilogram Rp22.500, bawang merah Rp15.000, dan bawang putih Rp30.000.

Namun, pembelian dibatasi sehingga bisa lebih merata. Misalnya untuk beras dibatasi dua karung atau 10 kilogram dan minyak goreng dua liter.

Ia berharap, gerakan yang dilakukan Pemkot Kediri membuat harga pangan di daerah setempat bisa lebih stabil dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut kegiatan tersebut digelar satu hari, namun ke depan akan diajukan ke Wali Kota Kediri untuk kegiatan serupa bisa digelar hingga tingkat kelurahan agar lebih dekat dengan konsumen.

"Melihat animo masyarakat hari ini, ke depannya kami akan mengupayakan kegiatan pangan murah dapat digelar lebih luas lagi agar masyarakat benar-benar terbantu dan harga pangan juga segera stabil," ujar dia.

Sumiati, salah seorang pembeli asal Kelurahan Campurejo, mengaku senang adanya kegiatan ini.

Ia mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok cukup membuatnya terdampak.

"Alhamdulillah harga di pangan murah ini cukup terjangkau, lumayan selisihnya dengan di pasar. Saya harap pangan murah ini bisa sering dilakukan, karena sangat bermanfaat buat kami," kata dia.
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023