Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggelar operasi pasar murah sekaligus menyalurkan berbagai bantuan dan zakat produktif, untuk stabilisasi harga, menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok (bapok), serta meringankan beban masyarakat.
 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Rabu, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-78 Provinsi Jawa Timur tersebut digelar di Pendopo Kridha Manunggal Tuban, Kabupaten Tuban.
 
"Operasi pasar murah ini harapannya bisa meringankan beban masyarakat. Sekaligus memudahkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat," katanya.
 
Pada operasi pasar murah di Tuban yang merupakan titik ke-25 ini disediakan bahan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasaran, yaitu, beras medium dengan harga Rp10.200/kg, minyak goreng dengan harga Rp13.000/liter, gula pasir dengan harga Rp13.000/kg dan telur ayam ras dengan harga Rp22.000/kg serta dijual aneka produk makanan dan minuman khas Tuban.
 
Gubernur Khofifah menambahkan, operasi pasar murah ini sekaligus sebagai upaya untuk menstabilkan harga beras yang saat ini di Indonesia harganya di pasaran berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
 
"Namun di Jatim dalam kurun waktu dua minggu terakhir harga beras berangsur sudah turun. Khususnya jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa," ucapnya.
 
Khofifah menjelaskan, penyebab harga beras yang masih di atas HET karena Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) di tempat penggilingan juga di atas HET, sehingga berdampak terhadap harga beras di pasaran.
 
Namun, perempuan nomor satu di jajaran Pemprov Jatim tersebut memastikan ketersediaan beras yang ada di wilayahnya cukup bahkan surplus.
 
Saat ini, lanjutnya, Jatim juga menyuplai 16 provinsi di Indonesia Bagian Timur termasuk Sulawesi Selatan, serta Riau, dan Bangka Belitung.
 
"Artinya, Jatim harus melihat bahwa persoalan beras ini akan terus didedikasikan untuk kebutuhan warga bangsa Indonesia," tuturnya.
 
Sementara itu, salah satu warga yang ikut mengantre di pasar murah yakni Kholisatul (26 tahun), mengaku senang dengan adanya pasar murah ini tersebut, karena harganya jauh lebih rendah dari pasaran, terutama untuk komoditi beras. 
 
"Disini beras Rp10.200 perkilogramnya dan tadi waktu saya mengantre tidak disangka-sangka sama Bu Khofifah dikasih telur gratis saru kilogram. Katanya buat ibu-ibu yang bawa anak. Saya terharu, beliau baik sekali. Semoga beliau sehat selalu," ujarnya.
 
Hal senada dirasakan Purwati, penjual tahu petis yang sehari-hari berjualan di sekitar Alun-Alun Tuban.
 
Dirinya mengaku, sangat bersyukur menerima zakat produktif serta paket sembako dari Gubernur Khofifah yang akan digunakannya sebagai tambahan modal berjualan.
 
"Alhamdulillah ini sangat berarti buat saya. Karena jualan saya itu kan tidak pasti, kadang laris kadang ya sepi. Jadi adanya zakat produktif ini sangat membantu untuk tambahan modal. Matur nuwun Bu Khofifah," ucapnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023