Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Jawa Timur, menerima beras impor dari Vietnam dan Thailand sebanyak sekitar 24.000 ton untuk didistribusikan ke beberapa daerah.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Banyuwangi Harisun mengemukakan bahwa beras impor dari pusat yang dikirim pada pertengahan tahun 2023 melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

"Selain untuk kebutuhan dan persediaan di Banyuwangi, kami juga mendapatkan tugas dari Bulog pusat untuk mendistribusikan beras tersebut ke tiga daerah," kata Harisun saat dihubungi di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Dia menyebutkan, ada sekitar 16.000 ton beras medium yang juga didistribusikan ke ketiga daerah, yakni Bulog Bali, Bulog Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bulog Cabang Bondowoso (Jawa Timur).

Harisun merinci beras impor itu dikirim ke Bulog Bali sebanyak 7.000 ton, ke Bulog Nusa Tenggara Timur 5.500 ton dan ke Bulog Bondowoso yang juga membawahi Situbondo sebanyak 3.500 ton.

"Tujuan pengiriman beras ke Bali, NTT dan Bondowoso untuk pemerataan stok beras di seluruh Indonesia. Ketiga daerah tersebut merupakan daerah yang kekurangan stok beras," ujar dia.

Harisun menambahkan Bulog Banyuwangi mengirim beras ketiga daerah itu secara bertahap menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Pengiriman ke NTT dan Bali sampai saat ini masih sedang dalam proses, sedangkan ke Bulog Bondowoso sudah dilaksanakan dan tersisa sekitar 1.000 ton," kata dia.

Sementara stok beras medium untuk kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Banyuwangi masih mencukupi untuk enam hingga tujuh bulan ke depan.

Ketersediaan beras medium di kabupaten ujung timur Pulau Jawa per hari ini, Selasa, sebanyak 13.000 ton dan tidak lama lagi stok beras juga akan dikirim oleh pusat.

Stok beras di Bulog Cabang Banyuwangi yang ada saat ini masih sangat aman, karena kebutuhan beras untuk masyarakat Banyuwangi sekitar 1.200 ton per bulan.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023