TP PKK Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan edukasi pemberian ASI eksklusif dalam mempersiapkan generasi sehat di masa depan kepada para ibu hamil dan menyusui serta remaja putri di Kecamatan Mojoroto, kota ini.

Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengemukakan pemberian edukasi kepada para ibu tersebut dilakukan sehingga mereka lebih bersemangat memberikan sumber makanan terbaik untuk anak-anak mereka. Selain itu, acara ini digelar juga dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia tahun 2023.

"Acara ini adalah orientasi pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Jadi para ibu belajar lagi bagaimana cara pemberian makan bayi dan anak yang benar," katanya di Kediri, Senin.

Bunda Fey, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa menurut data angka stunting tinggi bukan karena tidak mampu untuk membeli makanan atau hanya karena masalah ekonomi saja. Melainkan karena pola pemberian makan yang tidak tepat di rumah.

Dengan orientasi PMBA ini, para ibu bisa belajar kembali agar bisa menerapkan pola pemberian makan yang tepat untuk anaknya.

Bunda Fey juga mengingatkan kepada para ibu agar bisa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayinya. Karena pemberian ASI eksklusif itu merupakan gerbang pertama untuk mencegah stunting.

Sementara itu, Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kota Kediri Ika Dwi Astutik mengatakan bahwa terdapat standar emas pemberian makan bayi dan anak.

"Pertama, inisiasi menyusui dini segera setelah lahir dilanjutkan dengan rawat gabung. Kedua, memberikan hanya ASI sejak lahir sampai usia enam bulan. Ketiga, memberikan makanan pendamping asi (MPASI) dan menyusui dilanjutkan hingga 24 bulan," kata Ika.

Ika juga menjelaskan bahwa ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat pemberian MPASI yakni frekuensi, usia, jumlah, tekstur, variasi, pemberian makan aktif/responsif dan juga kebersihannya.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Mojoroto Bambang Tri Lasmono, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto Nur Faicha Bambang Tri Lasmono, PKK Kecamatan Mojoroto, ibu hamil dan menyusui serta remaja putri warga Kecamatan Mojoroto.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023