Pemerintah Kabupaten Kediri, mendorong UMKM di kabupaten ini terus melakukan inovasi dan perbaikan kualitas produk sehingga lebih siap bersaing ke depannya.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan produk UMKM di kabupaten ini cukup banyak hingga lebih dari 9.000 pemilik UMKM.

Namun, dari mereka ada beberapa yang dinilai masih belum optimal dalam melakukan inovasi produk, menjual produknya di antaranya soal kemasan.

"Beberapa hal kelemahan di sektor UMKM, misalnya kalau punya produk enak dan sebagainya, packaging (pengemasan) belum ada," katanya dalam seminar UMKM di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Kamis.

Ia menambahkan, pemilik UMKM juga tidak melakukan penghitungan omzet dengan baik berapa pengeluaran. Kendala lainnya tidak melakukan efisiensi produksi, padahal hal itu harus dilakukan.

"Jadi, rata-rata yang dilakukan teman-teman UMKM berjualan dan untuk menyambung hidup, untuk makan sehari-hari. Berbisnis itu harus dihitung bagaimana operational expenditure (anggaran yang dibuat untuk pembayaran rutin operasional) dalam satu bulan berapa persen. Lalu kalau ada penurunan penyebabnya, harus dihitung," kata dia.

Pihaknya memfasilitasi kegiatan seminar dengan dihadiri oleh pemilik UMKM di kabupaten ini, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah demi kemajuan produk mereka. Hal ini sekaligus memperkuat UMKM di kabupaten ini menyambut bandar udara yang segera beroperasi di wilayah kabupaten.

"Harapannya teman-teman UMKM bisa tumbuh, menjadi pahlawan pertumbuhan perekonomian bagi Kabupaten Kediri. Karena waktu tidak lama, beberapa bulan sampai bandara buka. Saya berharap betul dan berharap banyak UMKM harus sudah ada yang moncer dan siap jual skala nasional," kata dia.

Ia juga menambahkan jumlah UMKM di Kabupaten Kediri lebih dari 9.000 UMKM, namun yang sudah bagus tidak lebih dari 10 persen. Untuk itu, pemkab bekerja keras ikut memfasilitasi dan mendorong agar UMKM di kabupaten semakin maju dan bagus.

Pemkab juga mengadakan berbagai macam program termasuk kurasi produk. Bahkan, pemkab juga memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan modal dengan bunga yang kecil yakni 4 persen per tahun di bank daerah. Plafon yang diberikan hingga Rp500 juta.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati menambahkan pemkab mengadakan kegiatan seminar ini sekaligus memfasilitasi pelayanan perizinan merek, NIB, sertifikasi halal serta PIRT gratis bagi pelaku UMKM.

"Fasilitasi gratis, dari perizinan. Ada juga tenaga pendamping, konsultasi bisnis di klinik usaha mikro," kata dia.

Terkait dengan pembinaan ataupun pemberdayaan, Mamiek mengatakan pemerintah kini juga telah mempunyai gerai rumah inkubasi (Garasi). Di tempat ini juga tersedia layanan kurasi, sehingga memudahkan bagi UMKM untuk melakukan kurasi produknya.

"Di garasi dimunculkan lapak. Omzet yang di garasi wilayah Pare itu satu bulan dengan 12 lapak sampai Rp120 juta. Untuk itu, kami munculkan lagi dua garasi lainnya di Grogol dan Papar, nanti dibantu dari dinas perkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri). Tinggal UMKM bisa kami inkubasi di garasi masing-masing," ujar Mamiek.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023