Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jawa Timur Sarmuji mengingatkan kepada seluruh kader yang telah diusulkan maju sebagai bakal calon legislatif(bacaleg) agar menghindari "kanibalisme politik" di internal partai.

"Ini ada hal yang saya 'wanti-wanti' (ingatkan) supaya dihindari, yaitu terjadinya kanibalisme internal, (dimana) satu suara diperebutkan banyak caleg partai Golkar," kata Sarmuji saat menyampaikan pidato politik dalam acara Pertemuan dan Pelepasan Calon Legislatif Partai Golkar Jawa Timur dari DPR RI Dapil VI, DPRD Provinsi Dapil VII dan VII serta DPRD Kota/Kabupaten Blitar, Kediri dan Tulungagung di Tulungagung, Minggu.

Pesan ini beberapa kali diulang oleh Sarmuji selama pidato politik yang berlangsung hampir 20 menit di ballroom Hotel Narita Tulungagung, maupun saat sesi wawancara dengan awak media usai kegiatan.

Menurut Sarmuji, persaingan antar caleg akan kontraproduktif dengan strategi maupun taktik pemenangan partai berlambang pohon beringin di Jatim itu pada Pemilu 2024.

"Jangan sampai masing-masing (caleg) di internal bersaing tidak sehat, menggarap apa yang sudah dilakukan oleh temannya," sambungnya.

Untuk itulah, Sarmuji menekankan pentingnya saling kerja sama dan komunikasi antarcaleg di semua tingkatan. Mulai dari caleg DPR RI, DPRD Provinsi Jatim hingga caleg DPRD kabupaten/kota.

"Kita juga menginginkan ada komunikasi yang baik di antara caleg-caleg yang ada, supaya mereka tidak saling menegasikan. Tetapi justru mempunyai kesepahaman bahwa kita sedang mencari suara sebanyak-banyaknya untuk kemenangan Partai Golkar," ujarnya.

Sebagai pimpinan DPD Provinsi, Sarmuji mendukung penuh ikhtiar serta langkah-langkah yang sudah dilakukan maupun tengah dirintis para caleg dalam membangun jaringan relawan hingga tingkat desa/kelurahan, karena itu dinilai akan berkontribusi terhadap perolehan suara Partai Golkar secara keseluruhan.

"Silahkan mengharap di wilayah masing-masing, silahkan membangun jaringan. (Sebab) jaringan ini jika diakumulasi akan menjadi jaringan Partai Golkar. Suaranya jika diakumulasi akan menjadi suara Partai Golkar. Dengan demikian suara Partai Golkar akan sangat besar, akan berlipat ganda, seiring dengan (hasil) kerja-kerja caleg," kata dia.

Pada Pemilu 2024 ini, Sarmuji mengatakan bahwa Partai Golkar cukup optimistis bisa menambah perolehan "kursi" secara nasional maupun di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Jika di level DPR RI dipatok target raihan 14-15 kursi (hasil Pemilu 2019 Partai Golkar mendapat 11 kursi), sedangkan di tingkat DPRD Provinsi Jatim perolehan kursi juga diharapkan naik dari sebelumnya 11 kursi menjadi 20 kursi.

Sarmuji sendiri menjadi salah satu bacaleg Partai Golkar untuk posisi DPR RI nomor urut 1 di Dapil VI Jatim.

Ia akan dibantu sejumlah caleg "unggulan" yang dikenal memiliki basis logistik kuat maupun basis massa dengan elektabilitas cukup tinggi di Dapil VI Jatim.

Beberapa caleg DPR RI Partai Golkar untuk Dapil VI Kabupaten/Kota Blitar dan Tulungagung yang berpotensi mendulang suara besar di antaranya adalah mantan Bupati Tulungagung periode 2004-2009 dan 2009-2014 Heru Tjahjono, Harun Al Rasyid yang berlatar pengusaha ternama dan masih ipar Ketua Umum DPP Partai Golkar Erliangga Hartarto, Ardian Amin dan Carel Ticualu yang berlatar pengusaha serta advokat, hingga Vanny Kurniaramadhani yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran KSP atau staf kepresidenan.

Menurut Sarmuji, masuknya nama-nama "kuat" Itu tidak boleh menjadi halangan baginya maupun masing-masing caleg untuk bersama-sama berjuang memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024.
 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023