Siswi SMP YPPI 1 Surabaya Tiara Mulan Dewi mengajak masyarakat saling menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan yang ada melalui novel perdananya dengan genre fantasi, berjudul "The Secret Diamond Academy". 

"Perbedaan yang disampaikan itu tidak membeda-bedakan, supaya terus bersatu dan demi persatuan," kata Tiara seusai menghadiri acara bedah buku di  Ruang Inkubator Literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin.

Siswi kelas delapan itu menyebut persoalan perbedaan dalam novel "The Secret Diamond Academy" diperlihatkan melalui sosok seorang anak perempuan yang terlahir kembali dan mendapatkan kekuatan dari seorang dewi.

Karakter perempuan itu terlahir sebagai keturunan ras campuran manusia dan naga yang membuatnya memiliki kesaktian.

Meski memiliki kekuatan besar, namun karakter yang digambarkan oleh Tiara itu tak lepas dari konflik kehidupan, seperti persahabatan dan perbedaan lantaran dirinya merupakan darah campuran.

"Ini rasnya setengah manusia setengah naga. Dalam kehidupan sehari-hari, dia menghadapi banyak masalah, terutama pas di bagian pertengahan cerita itu kan konfliknya dan pada akhirnya mereka tetap bersahabat. Nilai itu menghargai dengan sesama dan menghargai perbedaan yang ada," ucapnya.

Ide pembuatan dan alur cerita novel fantasi banyak terinspirasi dari film, buku, dan anime.

Tiara membutuhkan waktu hingga lima bulan untuk merampungkan pengerjaan "The Secret Diamond Academy". Sebab, dia harus membagi waktu antara berkarya dan kewajiban sekolah. 

"Dalam seminggu itu tiga hari untuk saya mengerjakan ini. Di sekolah itu diajari dan dijelaskan bagaimana soal penulisannya," katanya.

Selain waktu, dia tak memungkiri mendapatkan banyak kendala saat proses penulisan, namun bisa diatasi dengan adanya dukungan dari keluarga dan pihak sekolah.

"Kesulitannya ada, mungkin saat munculnya ide itu kan otomatis langsung harus ditulis tapi terkadang bentrok dengan pengerjaan tugas sekolah yang lain," ujarnya.

Tiara menambahkan sudah memiliki rencana menelurkan karya dengan genre serupa pada akhir tahun 2023.

"Kedepannya ingin juga mencoba menulis novel, tetap genrenya fantasi. Rencananya sekitar bulan Desember diterbitkan," katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Titris Hariyanti Utami menyebut pihaknya memang berupaya menggencarkan gerakan literasi bagi para pelajar yang dijalankan sesuai arahan pada Kurikulum Merdeka Belajar.

"Literasi itu tidak hanya membaca, anak itu bisa menulis bisa membuat resensi, termasuk juga publik speakingnya bagaimana," ujarnya.

SMP YPPI 1 menyediakan waktu khusus praktik menulis kepada anak-anak, yakni selama satu jam mata pelajaran.

Melalui langkah itu, Titris menyebut mendapatkan banyak bibit penulis muda, salah satunya Tiara Mulan Dewi.

"Tiara ini bakatnya muncul akhirnya dikembangkan. Mulai dari awalnya 10 lembar hingga akhirnya bisa satu buku. Kami juga mengapresiasi hasil karya anak-anak lain, akhirnya sekarang ada yang muncul lagi buku kumpulan cerpen (cerita pendek)," ucap dia.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023