Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani di Desa Leppangan, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, mempercepat masa tanam seusai panen raya karena persediaan air saat ini dalam kondisi melimpah.

"Bukan hanya panen saja yang kita lakukan, tetapi juga mencanangkan percepatan tanam karena air masih melimpah. Apalagi, kita akan menghadapi musim kemarau yang cukup panjang," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.Mentan SYL mengatakan Kabupaten Pinrang merupakan kabupaten subur yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketersediaan pangan nasional.

 

Rata-rata produksi petani mencapai 8,2 hingga 8,8 ton per hektare. Karena itu, dia ingin momentum panen raya dapat dijaga bersama melalui percepatan tanam serentak di seluruh Indonesia.

"Saya senang karena petani di sini sangat semangat untuk bekerja dan kita wajib memberikan apresiasi dan terima kasih bahwa produksi kita yang seperti ini adalah upaya dan kerja keras mereka," katanya.

Percepatan masa panen, lanjutnya, dapat menghasilkan panen kembali pada tiga bulan berikutnya asal petani mau bekerja dengan teknologi mekanisasi serta menggunakan benih unggul yang tahan cuaca.

"Beras kita produksinya melimpah, kita punya over stok yang cukup. Saya kira enggak ada masalah dan sesudah ini kita panen lagi tiga bulan kemudian kita panen seperti itu," ucap dia.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid menyampaikan terima kasih atas dukungan dan arahan jajaran Kementerian Pertanian melalui berbagai bantuan dan pendampingan petani di wilayahnya.

Menurutnya, capaian yang ada saat ini masih berpotensi meningkat seiring adanya bantuan teknologi dan mekanisasi pertanian.

"Kalau melihat hasil produksi yang ada saat ini sudah mampu melampaui target produksi di tingkat nasional. Makanya, kami sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementan yang terus mengikuti cocok tanam," katanya.

Meski demikian, Irwan mengaku para petani di wilayahnya masih memiliki kesulitan terutama pada akses pupuk yang kini semakin langka.

Dia pun berharap pemerintah menambah jumlah alokasi pupuk yang tersedia saat ini.

"Di sisi lain, kami juga mendorong agar petani bisa memproduksi pupuk organik dari kotoran hewan ternak," katanya.

 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023