Malang - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk terus memperbanyak pusat pelatihan internet di berbagai daerah, untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi informasi. "General Manager Commerce Divisi Consumer Service" Telkom Area Jawa Timur, Joko Rahardjo kepada wartawan di Malang, Kamis, mengatakan, tidak kurang 100 pusat pelatihan internet yang diberi nama "Broadband Learning Center" (BLC) akan dibangun di Jatim dan kawasan timur Indonesia. "Upaya mengedukasi pasar secara kontinyu dan berkelanjutan, khususnya mencerdaskan masyarakat dengan cara meningkatkan pengetahuan teknologi informasi, telah menjadi salah satu kepedulian program CSR Telkom," ujarnya. Ditemui di sela-sela meninjau salah satu BLC di Malang, Joko Rahardjo menjelaskan bahwa satu BLC bisa memberikan pelatihan kepada sekitar seribu orang pada setiap bulannya, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga atau PKK hingga pelaku usaha kecil menengah (UKM). "Kami menargetkan hingga akhir tahun ini, setiap kabupaten/kota di Jatim sudah memiliki minimal satu BLC. Secara keseluruhan akan ada 50 BLC di Jatim," paparnya. Pembangunan satu BLC dengan 10 unit komputer membutuhkan investasi sekitar Rp30 juta. Selain itu, Telkom juga memiliki delapan unit "BLC mobile" yang dioperasikan di Surabaya, Pasuruan, Jember, Gresik, Kediri, dan Madiun. Menurut dia, upaya mengedukasi masyarakat soal teknologi informasi, merupakan salah satu bagian untuk meningkatkan penetrasi pengguna internet di Jatim yang saat ini masih sekitar 16 persen dari total populasi. Program ini juga sejalan dengan upaya Telkom untuk mendongkrak pengguna produk akses internet cepat "Speedy" yang saat ini memiliki lebih 350 ribu pelanggan di Jatim. Secara nasional, pemerintah menargetkan penetrasi internet bisa mencapai 30 persen pada tahun 2014, seiring selesainya pembangunan proyek "Nusantara Super Highway" yang kini sedang dikerjakan Telkom. "Jika masyarakat sudah mengetahui pentingnya broadband internet dan kemudian memanfaatkan layanan dari Telkom, secara otomatis penetrasi internet akan cepat meningkat," ucap Joko. Ia menambahkan, BLC juga bertujuan melatih kemandirian masyarakat dan membuka peluang usaha secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi informasi, misalnya bisnis "online" (dalam jaringan). "Tumbuh suburnya industri kreatif yang kini mulai merambah ke pemasaran secara 'online', menciptakan peluang baru bagi calon pelaku bisnis," katanya. Teks foto: Joko Rahardjo (tengah) saat memberikan arahan kepada salah satu peserta pelatihan di BLC Malang.

Pewarta:

Editor : M. Irfan Ilmie


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011