Madiun - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Jawa Timur, masih akan menunggu hasil "rukyatul hilal" atau observasi hilal, untuk menentukan tanggal awal puasa pada bulan Ramadhan 1432 Hijriyah. Kasie Urusan Agama Islam, Kemenag Kota Madiun, Masrukin, Senin, mengatakan, untuk melihat hilal atau bulan baru itu, pihaknya akan mengirimkan perwakilannya ke Pantai Srau, Kabupaten Pacitan. Adapun, Pantai Srau, Pacitan, dijadwalkan sebagai tempat untuk observasi atau melihat hilal oleh sejumlah kemenag setiap tahunnya. "Tim tersebut akan berangkat pada tanggal 31 Juli pagi dan diharpakan pada malam harinya dapat melihat hilal atau bulan baru sebagai pertanda masuknya bulan Ramadhan. Pantai Srau, Pacitan, biasanya memang dipilih untuk melihat hilal," ujar Masrukin. Sebenarnya, berdasarkan beberapa perhitungan yang telah ada, puasa atau 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada tanggal 1 Agustus 2011. Namun, pihaknya masih akan mencocokkan dengan hasil rukyat yang dilakukan di Pantai Srau, Pacitan. Ia menjelaskan, jika pada tanggal 31 Juli malam mendatang, timnya tidak melihat bulan baru di Pantai Srau, maka penetapan tanggal 1 Ramadhan akan menggunakan perhitungan hisab yang telah ada. Perhitungan hisab merupakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam penentuan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Meski demikian, banyak organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tetap memprioritaskan metode rukyatul hilal atau melihat bulan untuk penetuan 1 Ramadhan. "Tidak dapat dilihatnya bulan baru tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti faktor cuaca yang tidak mendukung saat aktivitas rukyat karena mendung, hujan, atau sebab lainnya," tambah Masrukin yang juga merupakan Ketua Badan Hisab Rukyat Kota Madiun, ini. Pihaknya berharap agar tahun ini tidak ada perbedaan dalam menentukan tanggal 1 Ramadhan pada masing-masing ormas Islam. "Kalaupun ada perbedaan, kami harapkan tidak terlalu mencolok dan tidak dipermasalahkan oleh ormas Islam lainnya," kata dia.

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2011