Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendorong pengembangan potensi desa wisata dengan memberikan bekal standar pengelolaan kepada pelaku usaha wisata agar dapat meningkatkan daya saing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo, Sabtu, mengemukakan standar pengelolaan sangat penting, utamanya dalam aspek kekhasan dan keunikan paket wisata yang disuguhkan oleh desa wisata kepada wisatawan.

"Paket wisata tersebut mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dipunyai oleh desa wisata lain maupun perkotaan yang dapat dijual sebagai destinasi wisata," Adi Suwignyo di Kediri.

Pihaknya telah memberikan anugerah desa wisata, sebagai bekal untuk memotivasi desa yang sedang tumbuh untuk berinovasi dalam mengembangkan desa wisata agar terus lahir kreativitas di tengah masyarakat lokal. Dengan itu, pembangunan Kabupaten Kediri dapat menyentuh lapisan masyarakat desa.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat di daerah desa wisata juga bisa lebih optimal. Dengan melibatkan masyarakat sekitar tentunya akan meningkatkan ekonomi melalui sektor pariwisata.

"Desa wisata itu tidak harus dimiliki orang-per orang tapi semua komponen masyarakat di desa setempat," kata dia.

Ia mengatakan daerah wisata yang menjadi tujuan utama oleh wisatawan domestik maupun mancanegara selama ini adalah wisata alam. Banyak pengunjung berkunjung ke Gunung Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut/ mdpl) dan Gunung Kelud (1.731 mdpl), Kabupaten Kediri, sehingga hal itu pun juga harus dimanfaatkan.

Di areal wisata Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, banyak masyarakat yang menjual berbagai hasil panen, berbagai macam oleh-oleh maupun membuat wisata buatan, seperti petik nanas dan wisata lainnya.

"Ada juga tempat-tempat sejarah termasuk Candi Tegowangi dan (petilasan) Sri Aji Jayabaya. Ada juga kesenian. Kami punya 1.700 organisasi seni yang sebagian besar adalah jaranan," kata Adi.

Pemerintah, kata dia, juga tidak tinggal diam dengan tetap melakukan pendampingan dan bekal desa-desa di Kabupaten Kediri agar potensi di desa mereka bisa dikemas dengan lebih menarik.

Untuk itu, dirinya berharap dengan pendampingan yang dilakukan pemerintah bisa benar-benar dimanfaatkan. Masyarakat harus mengambil peluang, sehingga mereka juga bisa berdaya dan roda perekonomian juga lebih berputar. (*)
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022