Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) membentuk pos koordinasi (posko) pesantren ramah anak untuk meningkatkan sistem pengawasan dan penegakan kedisiplinan santri. 

"Posko pesantren ramah anak akan kami resmikan dalam waktu dekat," kata Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki melalui keterangan tertulis di Surabaya, Kamis. 

Menurut dia, dengan pembentukan posko ini, diharapkan pesantren bisa terbantu dalam melakukan pengawasan, antisipasi, pencegahan dan penanganan cepat dan terarah terhadap para santri.
 
"Melalui program ini pula diharapkan memberi tambahan jaminan bagi wali santri terkait keberadaan putra-putrinya di pesantren," ujar dia.

Nahdlatul Ulama (NU) dikenal memiliki jumlah pesantren terbanyak dibanding ormas Islam lainnya. 

Menurut data Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pondok Pesantren di bawah naungan NU, terdapat lebih dari 6 ribu pondok pesantren di Jatim.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib menyatakan, prihatin atas kasus perundungan yang belakangan ramai diberitakan. 

"Pondok pesantren, terlebih yang jumlah santrinya sampai belasan ribu, memang membutuhkan perhatian serius. Perlu suatu cara yang sungguh bisa diandalkan untuk mengelola santri yang tinggal di pesantren," kata dia.

Untuk itu, Gus Salam, sapaan akrabnya, mendukung pembentukan Posko Pesantren Ramah Anak yang digagas PWNU Jatim.   

"Saya mendukung adanya upaya konkret agar masalah kekerasan dan perundungan anak tidak terjadi lagi di pondok pesantren di masa mendatang," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. (*)

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022