Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memanfaatkan teknologi digital guna memasarkan produk secara lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Andromeda Qomariah di Sidoarjo, Selasa, mengatakan saat ini jumlah UKM di Jawa Timur yang eksis sebanyak 9,78 juta dan koperasi sebanyak 22,9 ribu.
 
"Tahun 2016 jumlah UKM yang melek digital sebanyak 11 persen, kemudian tahun lalu sebanyak 44 persen dan saat ini sudah lebih dari 50 persen," katanya saat temu media di Sidoarjo.
 
Ia mengatakan era saat ini memang tidak bisa bekerja sendirian, sehingga Pemprov Jatim berusaha melakukan kolaborasi dengan pelaku UKM, koperasi, swasta, perguruan tinggi, media dan lembaga pembiayaan untuk membangkitkan perekonomian.
 
"Di Bondowoso ada satu UKM yang bergerak dalam bidang kuningan. Kualitas bagus dan sudah ekspor melalui pihak ketiga karena pelaku UKM tersebut belum memilik NIB dan juga merek," katanya.
 
Ia mengatakan Diskop Jatim mendorong pelaku UKM tersebut bisa naik kelas dengan memberikan pelatihan dan juga manajemen yang tepat.

"Salah satunya dengan membuat merek kepada pelaku UKM tersebut," katanya.
 
Pada kesempatan itu, SVP Seller Lazada Haikal mengatakan pihaknya memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UKM supaya bisa naik kelas.
 
"Termasuk juga memberikan fasilitas pengiriman dan penyimpanan di gudang yang memudahkan para reseller produk UKM untuk mengirimkan barang yang mereka jual," ujarnya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022