Rapat kerja yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu dihadiri seratusan intelektual nahdliyin dari lintas profesi dan keilmuan.

Kegiatan yang dikemas dalam agenda penguatan organisasi internal itu melibatkan seluruh pengurus ISNU, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

"Alhamdulillah, rapat kerja ISNU (Tulungagung) hari ini dihadiri seluruh pengurus dari 19 PAC (pengurus anak cabang) yang tersebar di 19 kecamatan di Tulungagung," kata Ketua Pengurus Cabang ISNU Tulungagung Mohammad Rifai dikonfirmasi usai kegiatan.

Dimulai pukul 09.00 WIB, rapat kerja yang mengambil tempat di kafe salah satu hotel bintang di Tulungagung itu berlangsung gayeng. Banyak peserta yang hadir berpenampilan sederhana ala santri berbaur dengan yang berdandan formal dan rapi.

Seloroh dan canda segar mengiringi dalam setiap bincang dan diskusi-diskusi kecil para intelektual muda ini menjelang dimulainya acar yang berakhir pukul 15.30 WIB.

"Kami tentu sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras ISNU yang telah membentuk jaringan PAC di seluruh kecamatan yang ada di Tulungagung. Harapannya tentu ini bisa menjadi momentum bagi penguatan kaum intelektual NU yang tersebar di wilayah perkotaan hingga pelosok-pelosok desa," kata Ketua PCNU Tulungagung K.H. Hakim Mustofa.

Dalam sambutannya di awal rapat kerja itu, Kiai Hakim Mustofa berpesan agar ISNU sebagai wadah kelompok inteektual NU harus mampu berikan pencerahan bagi NU," ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah ISNU Jatim K.H. Masoed Said juga sempat mengisi sambutan dalam kegiatan raker dan pembekalan kader organisasi kaum intelektual di Tulungagung ini.

Namun, ia hadir serta menyaksikan secara hibrid atau virtual melalui aplikasi zoom yang ditampilkan dengan layar pembesar yang ditempatkan di sisi kiri panggung.

"ISNU harus bisa bekerja kerja cerdas, kerja keras, kerja kolaboratif dan kerja bermartabat," kata Kiai Masoed Said.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diakhiri dengan diskusi besar yang menghadirkan sejumlah tokoh penting dari jalur profesi berbeda.

Mulai dari Rois Suriyah PCNU Tulungagung K.H. Muhson Hamdani, guru besar UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Ahmad Fatoni, pakar perumahsakitan sekaligus Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B., M.Kes., serta Kholid Tohiri selaku perwakilan inteektual NU di Tulungagung.

Saat ini keanggotaan PCNU Tulungagung secara keseluruhan ada 500-an kader.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022