Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat hingga kini sebanyak 17 orang anggota jamaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Tanah Suci.

"Dari 17 orang yang wafat, sebanyak 11 orang di antaranya meninggal dunia di Kota Mekkah, tiga orang di Mina, dua orang di bandara, dan seorang di Madinah," ujar Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Abdul Haris kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo, Selasa.

Ia juga merinci dari seluruh jamaah haji yang wafat, tercatat tujuh orang meninggal dunia pra-Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), lima orang masa Armuzna, serta lima orang setelah Armuzna.

Baca juga: Sebanyak 13 orang haji gelombang kepulangan awal mengidap COVID-19

Dari data yang masuk ke Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), penyebab meninggalnya jamaah haji didominasi oleh penyakit jantung.

"Dari 17 kasus jamaah meninggal dunia, 12 kasus di antaranya karena cardiovascular diseases," ucap Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim tersebut.

Baca juga: PPIH: Pemeriksaan COVID-19 bagi jamaah tuntas di Asrama Haji Surabaya

Mengenai jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, Haris menuturkan ada asuransi yang akan diberikan kepada ahli waris.

Selain itu, seluruh jamaah haji 1443 Hijriah yang berangkat menuju Arab Saudi terhitung sejak berangkat dari rumah sampai tiba kembali di rumah akan mendapatkan nilai manfaat dari asuransi PT Asuransi Takaful Keluarga.

Anggota jamaah haji meninggal dunia bukan karena kecelakaan mendapatkan asuransi sebesar Rp39.886.009, kemudian meninggal karena kecelakaan memperoleh asuransi sebesar Rp79.772.018.

Lalu, anggota jamaah haji ghaib yang dalam waktu enam bulan sejak tanggal kepulangan kloter terakhir tidak ditemukan dapat dikategorikan meninggal dunia mendapatkan asuransi Rp39.886.009.

Selain klaim asuransi, ahli waris anggota jamaah haji yang meninggal dunia juga mendapatkan sertifikat haji (badal haji), serta lima liter air zam-zam.

Berikut daftar nama anggota jamaah haji Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia di Tanah Suci (data hingga Senin, 18 Juli 2022):

1. Bawuk Karso Samirun (usai 58 tahun) kloter 8 asal Lamongan
2. Alfin Hartini Soengeb (59) kloter 9 asal Tulungagung
3. Fadlilah Muhaki Al Hapisa (62) kloter 22 asal Kabupaten Probolinggo
4. Samiran Mudjiono Kartoredjo (64) kloter 10 asal Nganjuk
5. Kiroatul Khoiroh Basari (60) kloter 37 asal Surabaya
6. Sriwati Tilam Sari (65) kloter 38 asal Kota Mojokerto
7. Sawar Tawi Murjiya (61) tahun kloter 30 asal Bondowoso
8. Makhulah Samian Pirak (55) kloter 4 asal Lamongan
9. Ngatminah Moenali Yusuf, (63) kloter 36 asal Surabaya
10. Karno Karto Sido (57) kloter 6 asal Magetan
11. Titik Andayani Suwadi (50) kloter 36 asal Surabaya
12. Lilik Nurhasanah Judi (49) kloter 29 asal Provinsi Bali
13. Muhammad Yasin Matali (64) kloter 33 asal Sidoarjo
14. Siti Aminah Alip Rais (62) kloter 28 asal Banyuwangi
15. Watiah Saim Muksin (51) kloter 17 asal Kabupaten Pasuruan
16. Isbir Salim Hasib (61) kloter 24 asal Situbondo
17. Ali Muksin Abdul Latif (56) kloter 36 asal Surabaya
 

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022