Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Sutomo atau akrab disapa Bung Tomo di Surabaya. 

"Kebetulan sedang berada di Surabaya dan momennya menjelang bulan suci Ramadhan. Tradisi menyambut bulan suci Ramadhan adalah berziarah," katanya saat dikonfirmasi usai ziarah di lokasi Makam Bung Tomo, Tempat Pemakaman Umum Islam Ngagel Rejo Surabaya, Selasa siang.

Moeldoko selanjutnya juga akan berziarah ke makam sang ayah di Kediri, Jawa Timur. 

Dia menandaskan, sebagai mantan prajurit yang pernah menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), merasa perlu berziarah ke makam Bung Tomo, yang terkenal dengan pekik "Merdeka atau Mati", di tengah orasi-nya saat mengobarkan semangat perjuangan "Arek-arek Suroboyo", dalam pertempuran 10 November 1945, demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Dengan semboyannya 'Merdeka atau Mati, Sekali Merdeka Tetap Merdeka', kata-kata yang perlu diteladani bagi kita semua. Itu memiliki makna kedaulatan, juga demokrasi tentang kebebasan, serta kemanusiaan. Membebaskan manusia dari penderitaan," ujarnya.

Teladan bagi generasi era sekarang, lanjut Moeldoko, dari semboyan "Merdeka atau Mati", janganlah anak-anak muda membelokkan-nya.
 
"Merdeka untuk dirinya sendiri tapi mematikan untuk orang lain. Ini tidak boleh. Saya melihat kecenderungan anak-anak muda sekarang berusaha instan, mengambil jalan pintas. Sebenarnya  boleh saja. Cuma awas, hati-hati, jangan merdeka bagi dirimu tapi menderita bagi orang lain," tuturnya. 

Bung Tomo lahir di Kampung Blauran, Surabaya, 3 Oktober 1920. Konon, semasa hidup pernah berwasiat, jika meninggal dunia tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. 

Maka saat meninggal dunia pada 7 Oktober 1981, Bung Tomo dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Islam Ngagel Rejo Surabaya, yang lokasinya tepat di seberang Taman Makam Pahlawan Ngagel Rejo Surabaya.

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022