Bupati Ipuk Fiestiandani melepas jamaah umrah asal Banyuwangi dan sekitarnya yang berangkat dari Bandara Banyuwangi, dan pelepasan ini sebagai apresiasi atas inisiatif biro perjalanan umrah yang menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai tempat pemberangkatan.

"Jika biasanya harus ke Surabaya dulu, sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh. Bisa berangkat dari daerahnya sendiri. Terima kasih kepada jamaah dan travel umrah yang telah menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai tempat pemberangkatan," ujar Bupat Ipuk di Banyuwangi, Sabtu.

Selain itu, menurut dia, arsitektur Bandara Banyuwangi memang dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh para jamaah umrah dan haji.

Ini terlihat dari rancangan lantai dua yang terbuka, sehingga keluarga yang turut mengantar ke bandara masih dapat menyaksikan proses naiknya jamaah ke pesawat hingga lepas landas.

"Kultur masyarakat Indonesia itu kalau mengantar umrah atau haji ramai-ramai. Tapi, karena berangkat-nya dari bandara yang desain-nya tertutup, jadi mereka tidak bisa menyaksikan kerabatnya masuk ke pintu pesawat. Kalau di Banyuwangi beda. Di sini arsitektur bandara-nya dirancang agar bisa mengakomodasi budaya ini. Keluarga jamaah bisa mengantar, ada lantai 2 yang bisa digunakan," ujarnya.
 
Jamaah umroh berjalan menuju pesawat di Bandara Banyuwangi. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi)

Yanti, warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, mengaku datang bersama puluhan keluarga besarnya. Mengantarkan kedua orangtua-nya yang umrah.

"Alhamdulillah berangkat-nya dari Banyuwangi. Jadi bisa ngantar ramai-ramai. Kalau di Surabaya kejauhan. Jadi tidak bisa mengantar," ujarnya.

Bandara Banyuwangi sengaja dipilih oleh sejumlah agen biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jamaah-nya yang berasal dari bekas Keresidenan Besuki. Hal tersebut diambil karena dinilai lebih efektif dibandingkan harus berangkat lewat Surabaya.

"Berangkat dari sini lebih efektif. Karena jarak tempuh-nya yang dekat, sehingga para jamaah dapat waktu istirahat yang lebih lama. Jika harus ke Surabaya dulu, kan perlu waktu lima sampai enam jam baru sampai," kata Kepala Cabang Travel Berkah Zamzam Wisata Puji Astuti yang memimpin pemberangkatan umrah perdana tersebut.

Puji mengaku merasa lebih senang saat ditawari berangkat dari Banyuwangi. Mereka merasa lebih dekat dengan keluarga besarnya.

"Semoga pemberangkatan-pemberangkatan selanjutnya, bisa terus lewat sini," ucapnya berharap. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022