Seorang pria bernama Hili (35) warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil mengevakuasi buaya berkalung ban di Sungai Palu, Jembatan II, Kecamatan Palu Selatan, Senin malam.

Evakuasi dilakukan secara mandiri oleh Hili dengan sistem jerat menggunakan peralatan tali, bambu dan seekor ayam sebagai umpan.

“Saya sudah siapkan penangkapan buaya ini beberapa minggu,” kata Hili.

Menurut Hili, buaya berkalung ban berhasil ia evakuasi sekitar pukul 18.30 WITA. Ban motor yang melilit di leher buaya tersebut langsung lepas.

“Yang jerat saya sendiri, tapi saya minta bantuan warga untuk angkat ke darat. Mungkin ada 50 orang yang bantu angkat,” cerita Hili.

Baca juga: KemenLHK bentuk tim khusus selamatkan buaya ban

“Sudah tiga kali buaya ban ini lolos dari jeratku. Beruntung hari ini berhasil,” tambahnya.
Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor saat muncul ke permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/2/2020). Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menutup sayembara penyelamatan buaya terjerat ban yang sebelumnya sempat dibuka dan akan melakukan langkah penyelamatan dengan membentuk dan menurunkan tim khusus untuk menyelamatkan buaya tersebut pada pekan ini. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.


Sementara itu pantauan di lokasi, ratusan warga menonton aksi Hili melepaskan ban motor yang melilit di leher buaya.

Kemudian masyarakat bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah  melepaskan kembali buaya tersebut ke habitatnya di Sungai Palu.

Buaya berkalung ban tersebut viral di media sosial sekitar tahun 2016. Sejumlah pemerhati reptil dan ahli satwa asal luar negeri datang ke Kota Palu untuk melakukan evakuasi namun gagal.

Baca juga: Aksi kejar-kejaran Matt Wright dengan buaya ban hingga dinihari
Hili (35) warga Kota Palu, Sulawesi Tengah yang berhasil mengevakuasi dan melepas ban yang terlilit di leher buaya. (ANTARA/Kristina Natalia)

Pewarta: Kristina Natalia

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022