Satgas Bencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wilayah Jawa Timur bersinergi menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Kota Batu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Kota Malang, Jumat.

Bantuan diserahkan Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I Raymond Valiant serta Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Hadir pula perwakilan dari sejumlah BUMN, di antaranya PT PLN (Persero), PT INKA, dan PT Kimia Farma. 

"Ini jadi duka bersama dan sudah sepatutnya kita bahu-membahu untuk membantu para korban terdampak," kata Raymond Valiant melalui keterangan yang diterima di Surabaya. 

"Dukungan bersama dari BUMN Jawa Timur merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terdampak. Tentunya untuk sedikit meringankan beban para korban banjir," ujar Raymond, menambahkan. 

Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako berupa beras 1,5 ton, minyak goreng kemasan 200 karton, mie instan 200 karton, gula pasir 1 ton, dan air minum dalam kemasan 60 karton. 

Selain Kota Batu, bantuan juga diserahkan kepada masyarakat terdampak banjir di Kota Malang. Penyerahan dilakukan di Balai Kota Malang dan diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang. 

"Seluruh BUMN Jawa Timur sudah menetapkan akan memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dimiliki untuk membantu korban terdampak banjir bandang di Batu," tuturnya. 

Hujan dengan intensitas tinggi di hulu Sungai Brantas telah menyebabkan banjir bandang pada sejumlah titik di Kota Batu pada hari Kamis (4/11). Dari hasil pantauan PJT I diketahui bahwa hujan yang terjadi sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB mencapai 80 mm secara kumulatif selama dua jam. 

Selain itu, dari aliran air yang terlihat di badan sungai diketahui membawa debris banjir yang cukup tinggi. Debris berupa campuran lumpur pekat disertai sampah dan batang kayu yang tumbang. 

Raymong menjelaskan banjir bandang tersebut membawa dampak cukup serius bagi masyarakat Kota Batu. Puluhan rumah rusak berat disertai dengan kerugian material lainnya.

Bahkan terdapat beberapa korban jiwa baik yang telah ditemukan meninggal dunia maupun yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian. 

Ia menambahkan aliran debit tinggi Sungai Brantas ini terus mengalir hingga masuk Kota Malang. 

"Tercatat di Kota Malang debit aliran mencapai 430 meter kubik per detik pada pukul 18.00 WIB, dan ini memasuki kondisi siaga," katanya. 

Sebelumnya, usai banjir bandang terjadi Raymond mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga hadir meninjau lokasi di Bulukerto, Batu. Bersama rombongan yang hadir beliau mengunjungi posko pengungsi, meninjau lokasi hingga mengecek bersama dapur umum yang ada di lokasi. 

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021