Alisya Mellynar membuat kejutan bagi tim wushu Jawa Timur dengan mempersembahkan medali emas nomor taolu kombinasi taiji quan/taiji jian PON XX Papua di Merauke, Kamis.

Alisya yang termasuk pendatang baru di pelatnas wushu itu mengumpulkan nilai tertinggi 9.68 di nomor taiji tangan kosong hari ini yang diakumulasikan dengan skor 9.67, yang ia raih di nomor taiji pedang pada hari sebelumnya demi memboyong emas kedua bagi Jatim di cabang wushu.

Atlet Yogyakarta Zefanya Adelia Sidharta berhak atas medali perak setelah poin totalnya terpaut 0.10 dari sang atlet Jawa Timur.

Sedangkan Ilsa Valentina Surjaputra membawa pulang perunggu untuk tim DKI Jakarta dengan raihan poin 19.21.

"Enggak ada target dari pelatih, jadi ini kejutan, karena saya sendiri juga tak memasang target," kata Alisya ditemui setelah pertandingan di GOR Futsal KONI, Merauke.

Pelatih tim wushu Jawa Timur Sherly Hoediono sedari awal tidak menargetkan Alisya untuk merebut medali, namun satu emas yang dipersembahkan atlet pendatang baru di pelatnas itu membuka peluang bagi Jatim untuk melebihi target lima emas di PON XX Papua.

Alisya melengkapi selebrasi Jatim hari ini setelah pada pertandingan lebih awal Bobie Valentinus Gunawan membuka keran medali timnya setelah menorehkan skor tertinggi nomor taiji quan/taiji jian putra demi memboyong emas pertama wushu Jatim. 

Pada hari pertama, Rabu, DKI Jakarta menyapu bersih dua medali emas yang diperebutkan pada cabang olahraga wushu nomor taolu.

Atlet pelatnas Edgar Xavier Marvelo membuka keran medali tim wushu DKI Jakarta di PON XX Papua setelah tampil dengan nilai terbaik di nomor taolu chang quan.

Emas kedua DKI dipersembahkan oleh Nandira Mauriskha yang tampil terbaik di nomor taolu chang quan putri.

Wushu menjadi cabang olahraga yang pertama kali dipertandingkan di Merauke, yang bakal menggelar juga pertandingan sepak bola putri, anggar, gulat, catur dan bermotor.

Cabang olahraga wushu digelar dari 29 September hingga 3 Oktober dengan memperebutkan 23 medali emas dari nomor taolu (seni jurus) dan sanda (tanding). 
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021