Kepala Klinik Imam Bonjol Kediri Dokter Febriani Purwati Ningrum mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan layanan kesehatan digital, sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19. 

"Layanan diberikan secara normal, tapi kami menyarankan agar masyarakat mengoptimalkan layanan digital yang telah tersedia seperti Mobile JKN dan WhatsApp," kata Febri di Kediri, Jawa Timur, Selasa.

Ia mengungkapkan, sebagai penyelenggara layanan publik sektor kritikal, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga tetap memberikan pelayanan normal pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun, tetap disarakan agar masyarakat memanfaatkan layanan daring. 

Pihaknya juga mengapresiasi layanan aplikasi yang selalu update. Hal itu juga memudahkan bagi tim medis dan pasien.

"Update aplikasi yang terbaru semakin memudahkan kami (FKTP) dalam menggunakan layanan ini. Peserta yang datang berobat di edukasi agar ke depannya menggunakan layanan telemedicine melalui Mobile JKN atau WhatsApp. Untuk Mobile JKN, keunggulannya sudah dilengkapi menu lain yang memudahkan kebutuhan administrasi Peserta JKN," kata Febri.

Data business intelligence (BI) BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri menunjukkan bahwa pemanfaatan tertinggi fitur "Konsultasi Dokter" pada Aplikasi Mobile JKN diraih oleh drg. Koestina dan Klinik Imam Bonjol.

Total akses keduanya mencapai 280 kali selama bulan Januari sampai dengan bulan Juli tahun 2021. Melalui fitur ini, peserta JKN dapat menghubungi FKTP-nya untuk berkonsultasi kesehatan dengan tampilan menu yang menyerupai aplikasi chat.

Sementara itu, Mobile JKN adalah aplikasi gawai yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Sejak diluncurkan pada tahun 2017, pemanfaatan Mobile JKN terus meningkat setiap tahunnya. 

Data Google Play Store menunjukkan bahwa Mobile JKN telah diunduh oleh lebih dari 10 juta gawai. Aplikasi Peduli Lindungi, Halodoc dan Mobile JKN meraih predikat "3 Top Free App" pada kategori kesehatan (medical) di Google Play Store region Indonesia. 

Di antara banyaknya fitur yang ditawarkan oleh Mobile JKN, fitur yang kerap diakses oleh pengguna aplikasi ini adalah perubahan data peserta, cek status peserta, cek riwayat pembayaran peserta, serta pengunduhan kartu digital.

"Fiturnya bermacam-macam untuk Mobile JKN ini. Beberapa fitur canggih yang mungkin belum banyak diketahui misalnya mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, konsultasi kesehatan dengan FKTP, skrining kesehatan, dan penyampaian keluhan dan pengaduan peserta," pungkas Febri. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021