Pemerintah Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Kediri Betta Club (KBC) menggelar kontes ikan cupang dengan hadiah mobil, sebagai salah satu upaya meningkatkan sektor peternakan ikan di kabupaten ini.

Ketua KBC Kediri Yusuf Saputro mengemukakan kontes ikan hias dengan hadiah mobil belum pernah ada di Indonesia. Diharapkan dengan hadiah mewah ini bisa menarik minat pemain kontes di Tanah Air maupun mancanegara.

"Kegiatan ini kami gelar tujuannya meneguhkan Kabupaten Kediri sebagai sentra penghasil ikan cupang dengan kualitas yang bagus," katanya di Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Ia mengungkapkan kontes ikan cupang ini digelar pada 25-27 Juni 2021 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Dalam kontes ini akan terbagi 75 kelas yang tergabung dalam 10 divisi.

Sistem penjurian dalam kontes ini mengacu pada sistem International Betta Congress (IBC).

"Juri kami pilih dari reputasi yang baik dan berpengalaman menilai ikan di event besar. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Padang, dan Batam," katanya.

Yusuf mengungkapkan dalam kontes ini tidak ada syarat dan ketentuan khusus untuk bisa membawa pulang hadiah mobil. Hadiah tersebut terbuka untuk semua peserta yang bisa mengumpulkan poin terbanyak (grand champion).

"Di kontes Rise and Shine ini tidak ada syarat khusus agar hadiah mobil bisa dimenangkan. Berapapun pesertanya, grand champion-nya tetap mobil. Kalau ingin mendapatkan mobil, silakan saja mainkan ikan sebanyak mungkin. Jadi, peluang menangnya semakin besar. Hadiah mobil ini untuk semua kelas dan divisi, tidak hanya untuk tertentu. Jadi, semua peserta mendapatkan peluang yang sama," katanya.

Ia menambahkan kontes ini digelar di tengah pandemi COVID-19 sehingga seluruh peserta wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama kontes berlangsung.

Mengenai pendaftaran, Yusuf mengatakan dilakukan secara daring dengan biaya Rp100 ribu untuk masing-masing ikan.

Untuk perlombaan akan dilakukan melalui sistem handling atau perwakilan. Terdapat 33 official handler yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Namun, dalam kontes itu tidak ada batasan jumlah ikan yang dibawa bagi para handler ini.

"Harapannya dengan kegiatan ini, popularitas ikan betta atau ikan cupang sebagai ikan hias tetap terjaga. Cupang tetap menjadi primadona yang digemari oleh masyarakat," tutup Yusuf.

Dalam kontes yang bertajuk "Rise and Shine 8th Kediri Betta Contest" ini selain memperebutkan mobil, juga ada hadiah uang tunai dan trofi senilai ratusan juta rupiah.

Kabupaten Kediri selama ini dikenal sebagai pusat penghasil ikan cupang di Indonesia. Data tahun 2020 di Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, sedikitnya ada 102 juta ikan cupang hias diproduksi oleh ratusan peternak.

Kegiatan kontes ikan cupang ini digelar hampir setiap tahun.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid menambahkan sentra budi daya ikan cupang di Kabupaten Kediri tersebar ke sejumlah daerah seperti Kecamatan Ngadiluwih, lalu Desa Paron di Kecamatan Ngasem, Kecamatan Gurah, hingga Kandat.

"Produksi ikan cupang di Kabupaten Kediri juga cukup besar hingga 102 juta ekor per tahun. Dengan produksi yang melimpah dan kegiatan kontes skala internasional, bisa lebih meningkatkan pasar dan harga jualnya juga menjadi lebih baik," kata Nur. (*)
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021