Kepala Puskesmas Sukorame, Kota Kediri Dokter Gretta Hapsari mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari hipertensi (HT) dan diabetes melitus (DM). 

Dokter Gretta mengungkapkan penyakit hipertensi dan diabetes melitus digolongkan sebagai penyakit kronis karena gangguannya terjadi dalam waktu yang lama. Pasien harus sering kontrol dan minum obat secara rutin. 

"Pasien HT dan DM harus kontrol setiap bulan dan mengonsumsi obat rutin setiap hari agar kondisinya stabil. Bila tidak diupayakan stabil, kondisinya bisa menuju komplikasi. Biaya memang sudah tidak menjadi masalah sejak ada JKN-KIS, tapi effort tenaga dan waktu dari penderita maupun keluarganya tetap tidak dapat dihindari," kata Dokter Gretta di Kediri, Jawa Timur, Rabu.

Lebih lanjut, ia mengatakan penyakit HT dan DM merupakan penyakit kronis yang paling sering ditemui di fasilitas kesehatan. Penyakit ini pada gangguan awalnya terasa ringan, namun memiliki dampak yang serius bagi penderitanya. 

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi kedua penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, tren usia penderitanya pun terus bergeser menjadi semakin muda. 

Untuk mengurangi laju peningkatan kasus baru DM dan HT, Dokter Gretta menganjurkan agar masyarakat menerapkan program "CERDIK".

"Bagi yang masih sehat dan belum menderita penyakit kronis mari kita terapkan Program CERDIK, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress," ungkap dia. 

Gretta juga mengajak masyarakat yang terlanjur menderita HT dan DM untuk tidak berkecil hati dan bangkit menjaga kestabilan kondisinya. Kendati penyakit itu tidak dapat sembuh secepatnya, pasien HT dan DM tetap dapat diupayakan kestabilannya. Upaya-upaya pencegahan tersebut mencakup pemberian layanan obat, konsultasi rutin, hingga anjuran diet dan nutrisi seimbang.

"Kedisiplinan obat harus digaris bawahi, terutama bagi pasien HT. Kadang penderita HT berhenti minum obat karena sudah merasa enakan, padahal perlahan-lahan tensinya naik lagi tanpa disadari. Itulah sebabnya mengapa HT ini dikenal sebagai silent killer. Kuncinya pengelolaan penyakit HT dan DM ini berada di gaya hidup sehat, baik pencegahan maupun penanggulangan," kata Gretta. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021