Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap jaringan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu pagi.

Pria yang akrab disapa JK ini menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban yang tidak berdosa dan menyampaikan rasa simpati bagi keluarganya atas kejadian tersebut.

"Saya mengutuk keras aksi pengeboman tersebut dan menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban yang tidak berdosa maupun keluarganya. Saya juga berharap agar aparat keamanan dapat segera mengungkap motif dan menangkap jaringan pelakunya," ujar JK dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Minggu.



Jusuf Kalla menegaskan bahwa segala bentuk aksi teror yang membuat masyarakat terancam dan menodai ketenangan hidup tidak boleh ditoleransi dan mesti dikecam.

Menurutnya, segala aksi teror tidak dibenarkan oleh agama apapun sebab tindakannya jauh dari ajaran serta nilai-nilai agama.

"Kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk teror karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua PMI ini.

Insiden ledakan yang diduga bom terjadi di sekitar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu, sekitar Pukul 10.30 WITA.

Ledakan yang berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar itu langsung membuat heboh dan aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi. Ledakan tersebut terjadi saat jemaat gereja sedang beribadah di gereja. (*)
 

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021