Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendirikan pusat latihan cabang olahraga sepak bola atau Akademi Sepak Bola (ASB) yang akan dipusatkan di Stadion Gelora 10 November Surabaya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Edi Santoso di Surabaya, Sabtu, mengatakan Dispora akan bekerja sama dengan Unesa yang sudah membuka kursus olahraga sepak bola.

"Nanti ketika pendidikan di akademi jalan, pendidikannya akan kita bawa ke sana. Jadi, keduanya harus seiring antara prestasi dan akademik," katanya.

Edi Santoso mengatakan alasan mendirikan ASB karena dari beberapa dekade ke belakang muncul legenda-legenda sepak bola asal Surabaya. Namun, legenda sepak bola semakin tahun semakin habis karena mulai tahun 2012 sampai sekarang nyaris tidak ada kompetisi seperti dulu lagi.

Ia mengatakan saat ini sangat minim atlet-atlet berprestasi yang muncul khususnya di bidang olahraga sepak bola.

"Gagasan mendirikan ASB itu sebenarnya sudah lama ketika bertemu mantan-mantan pemain sepak bola asal Surabaya," ujarnya.

Menurut ia, melalui ASB tersebut, ia berharap Kota Surabaya dapat kembali menelurkan atlet-atlet berprestasi, khususnya dalam bidang olahraga sepak bola.

Edi juga mengatakan bakal menyiapkan Stadion Gelora 10 November Surabaya sebagai pusat latihan pendidikan sepak bola beragam usia mulai umur 10-12 tahun, 13-15 tahun, 15-19 tahun, atau usia senior.

Namun yang pasti, kata dia, batasan usia yang dilatih bakal mengacu pada aturan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

"Kalau Porprov Jatim nanti sampai umur 21 tahun, maka kita tambahi usia 17-21 tahun. Ini adalah hasil seleksi pemain Surabaya, kita akan bikin seperti itu," ujarnya.
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021