Peringkat tertinggi yang dimiliki Novak Djokovic tak selamanya menjamin ia bisa mudah melalui sebuah pertandingan seperti yang ia alami ketika bertanding pada babak kedua Australian Open melawan Frances Tiafoe yang menghabiskan waktu selama tiga jam 30 menit.

Meski akhirnya petenis peringkat satu dunia asal Serbia itu lolos ke babak ketiga, Djokovic harus melalui empat set dengan skor 6-3, 6-7(3), 7-6(2), 6-3 dalam laga yang berlangsung di Rod Laver Arena, Melbourne, Rabu, seperti dilansir laman resmi ATP Tour.

"Pertandingan yang sangat sulit, kondisinya juga sulit. Kami bertanding di bawah sinar matahari yang sangat terik. Saya ingin melalui pertarungan yang hebat dengan Frances dan tadi adalah pertandingan yang fantastis," kata Djokovic.

Juara bertahan itu jarang mengalami ujian berat pada putaran awal Grand Slam favoritnya, namun ia harus tetap berjuang keras agar bisa mempertahankan gelarnya.

"Jika saya harus memilih, jelas saya ingin memiliki pertandingan seperti ini di minggu pembukaan," kata Djokovic.

Tekanan tidak hanya dialami Djokovic, namun juga dengan petenis asal Amerika Serikat yang menjadi lawannya itu.

Tiafoe sempat beberapa kali menggerutu dan bahkan melontarkan kata-kata tak pantas kepada wasit karena berbagai hal, mulai dari tak diperkenankan mengambil handuk hingga kesalahan servis.

Sementara itu, Djokovic tidak terkalahkan di lapangan tengah Melbourne Park sejak kekalahan putaran keempat yang diakibatkan cedera dari petenis Korea Selatan Chung Hyeon pada turnamen 2018.

"Ketika Anda menang banyak di lapangan tertentu, Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri," tutur Djokovic yang berambisi memperpanjang gelar kesembilannya di Grand Slam awal musim.
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021