Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat ada tiga lembaga survei yang telah terdaftar untuk melakukan survei pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.

Ketiga lembaga survei yang telah mendaftar itu aadalah Jaringan Pendidikan Pemidik untuk Rakyat (JPPR), Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Situbondo dan dari lembaga survei Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Tiga lembaga survei yang sudah terdaftar tersebut, melakukan pemantau mulai pra-pilkada, hari pelaksanaan dan pasca penghitungan," ujar Ketua KPU Kabupaten Situbondo Marwoto di Situbondo, Selasa.

Namun demikian, katanya, ketiga lembaga survei itu tidak menyampaikan ke KPU apakah akan melakukan hitung cepat pada hari pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Situbondo pada Rabu (9/12) besok.

"Tiga lembaga survei tersebut tidak menyampaikan kepada kami apakah akan melakukan hitung cepat. Dan lembaga survei yang sudah terdaftar menyampaikan melakukan pemantauan pelaksanaan pilkada, termasuk penerapan protokol kesehatan COVID-19 di tempat pemungutan suara," kata Marwoto.

Sementara itu, Ketua Presidium jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Situbondo Zainullah mengemuakkan bahwa lembaganya itu akan memfokuskan pemantauan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 136 desa/kelurahan.

"Kami fokusnya memantau penerapan protokol kesehatan COVID-19 di tempat pemungutan suara dengan menerjunkan sebanyak 28 personel sejak hari tenang 6 Desember 2020," katanya.

Mengenai hitung cepat, lanjut dia, lembaga survei JADI Situbondo juga akan dilakukan, namun hasil dari hitung cepat tidak untuk dipublikasikan, melainkan konsumsi lembaga survei itu sendiri.

"Hasil hitung cepat kami untuk konsumsi lembaga sendiri, karena kami fokus memantau penerapan prokes karena pilkada kali ini dilaksanakan di tengah pandemi," tuturnya.

Inung (sapaan akrabnya) menambahkan, untuk jumlah pemilih yang tidak hadir (golput) pada hari pelaksanaan pilkada pada Rabu (9/12) besok diprediksi lebih tinggi dibandingkan pilkada 2015.

"Prediksi kami jumlah pemilih tidak hadir ke TPS akan lebih tinggi karena pandemi, dan banyak tata cara pemilih untuk masuk ke TPS, mulai pakai masker hingga aturan mencoblos lainnya sesuai protokol COVID-19," katanya.

Pilkada Situbondo 2020 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Karna Suswandi-Nyai Khoirani dan nomor urut 02 Yoyok Mulyadi-Abu Bakar Abdi. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020