Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai sentuhan teknologi, inovasi, kreativitas, dan luasnya akses pasar dapat memajukan pertanian di wilayah setempat, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Kemajuan teknologi seperti sekarang, ditambah situasi global kekinian maka sektor pertanian sangatlah strategis," ujar Khofifah menyambut peringatan Hari Tani Nasional 2020 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, sektor pertanian merupakan komponen penting yang dapat menyelamatkan ekonomi negara karena bisa menguatkan ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja, dan bisa menanggulangi kemiskinan di masyarakat.

Untuk itu, Khofifah berharap generasi milenial siap dan bersedia menggeluti sektor pertanian.

"Semua tahu mayoritas petani kita didominasi petani berusia tua dan masih sedikit anak muda yang mau menekuni sektor pertanian karena dianggapnya kurang prospek dan kurang bergengsi," ucapnya.

Khofifah mengatakan regenerasi menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar dan jika diabaikan, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang negara Indonesia kekurangan petani.

Padahal, Jatim merupakan lumbung pangan nasional untuk mendukung 16 provinsi di wilayah Indonesia timur.

Khofifah juga menjelaskan bahwa saat ini mencari kerja bukan hal mudah, sebab tidak seimbangnya industri dengan pencari kerja membuat persaingan menjadi sangat ketat. Ditambah situasi ekonomi global yang mengakibatkan banyak negara masuk ke jurang resesi.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mendorong generasi milenial mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, salah satunya di sektor pertanian.

"Peluang bisnis sektor pertanian masih sangat luas untuk digarap kaum milenial. Semangat mereka saya yakin mampu membawa pembaharuan dalam pembangunan pertanian di Jatim," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan jika jumlah petani milenial bertambah maka akan mendongkrak perekonomian di daerah dan mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Dengan begitu, perekonomian di Jawa Timur bisa berkembang dan mengurangi urbanisasi pemuda ke kota," tutur Khofifah.

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020