Meskipun pabriknya di Tanah Air sudah ditutup, bukan berarti Nissan pun ikut hengkang dari Indonesia, menurut Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi.

Sekiguchi memastikan bahwa ketersediaan suku cadang hingga layanan dukungan bagi pelanggan di Indonesia masih akan terus dilayani oleh Nissan.

"Orang-orang mungkin mengira dengan ditutupnya pabrik di Indonesia, maka local product (komponen lokal suku cadang) akan tidak tersedia. Kami menjamin untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia," kata dia melalui wawancara eksklusif dengan ANTARA, Senin.

"Kami tidak akan menghilang dari pasar (Indonesia). Diler pun masih ada. Kami akan selalu ada untuk pelanggan," ujarnya melanjutkan.



Lebih lanjut, Sekiguchi juga mengatakan terdapat program Nissan Care Package yang ia harap mampu menjadi layanan dukungan bagi para pelanggannya di Indonesia.

Program ini berupa paket perawatan berkala (termasuk suku cadang dan servis) tanpa harus mengeluarkan biaya selama 4 tahun/50.000 kilometer (mana yang tercapai terlebih dahulu).

Sementara itu, walau sempat terpuruk dan terdampak oleh pandemi virus COVID-19, perusahaan asal Jepang itu optimistis untuk terus hadir di tengah pasar otomotif Indonesia, dengan beradaptasi di fase normal baru.

Sekiguchi mengatakan, di fase normal baru bisa menjadi tantangan sekaligus peluang, karena kebiasaan, kebutuhan, dan gaya hidup masyarakat ikut berubah.

Ia memprediksi bahwa sejumlah kegiatan seperti servis hingga test drive bisa saja akan menjadi berbeda.

"Misalnya saja test drive virtual, karena pelanggan ingin menghindari adanya kontak face to face. Lalu ada juga test drive dan service at home. Kita harus adaptasi dengan psikologi dan gaya hidup masyarakat saat ini," kata Sekiguchi.

"Kami sendiri masih discovering new normal setelah pandemi ini. Kami ingin pelanggan tidak khawatir, sehingga kami bersama konsumen akan eksplor apa yang terbaik untuk (pasar) Indonesia nanti," ujarnya melanjutkan.
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020