Kepala Biro Logistik Polda Jawa Timur Kombes Pol Pranyoto meninjau kesiapan kampung tangguh di wilayah hukum Polresta Kediri guna menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19.

"Kami memeriksa persiapan di pintu masuk wilayah tersebut, seperti gapura yang dilengkapi dengan alat penyemprot untuk sterilisasi. Setelah itu, kami memeriksa kesiapan di ruang isolasi warga atau tamu, kesiapan alat pelindung diri (APD), gudang logistik, serta lahan tanaman sayur dan ternak ikan," kata Pranyoto di Kediri, Sabtu.

Pranyoto melakukan kunjungan di Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri dan Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dalam kunjungan itu Kombes Pol Pranyoto didampingi Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana dan sejumlah pegawai instansi lainnya.

Pranyoto juga memeriksa alat penunjang lainnya yaitu keranda serta alat pemakaman apakah sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

"Kami menilai sudah siap. Untuk menambah persiapan di kampung tangguh, kami juga menyerahkan APD lengkap serta sepatu booth, cairan pembersih tangan, masker, sarung tangan, dan masker medis," kata dia.

Menurut dia, segala persiapan di posko yang dijadikan kampung tangguh sudah tidak perlu diragukan. Dia berharap warga lebih sigap dalam menghadapi pandemi ini.

"Kami berharap, dengan adanya kampung tangguh ini, membuktikan bahwa warga sudah siap semuanya baik itu untuk logistik, penanganan COVID-19, keamanan lingkungan, sampai dengan penanganan apabila ada warga yang meninggal. Saya ucapkan terima kasih, ternyata warga sangat antusias atas kampung tangguh ini," ujar dia.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengatakan kampung tangguh di Kelurahan Betet sudah didirikan sejak ada wabah COVID-19. Untuk warga Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri, yang terpapar COVID-19 hanya satu orang dari jumlah penduduk Kelurahan Betet sekitar 5.600 orang.

Di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, lanjut Kapolresta AKBP Miko, Kelurahan Betet dipilih menjadi kampung tangguh dengan harapan masyarakat dapat bekerja sama guna penanganan COVID-19.

"Pada intinya, kami akan berusaha semaksimal mungkin, jadi tidak hanya persiapan tapi juga saat masyarakat perlu penanganan. Sebelumnya, para petugas yang ada juga sudah diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan COVID-19, mulai pemberian informasi sampai proses pemakaman," kata Kapolresta.

Sementara itu, di Kota Kediri data per Sabtu (30/5), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 321 orang, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 29 orang, jumlah kasus yang terkonfirmasi 44, di mana 23 masih dirawat, 14 masih dipantau, dan tujuh lainnya sudah sembuh.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020