Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dalam kasus virus corona di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah berdasarkan data Tim Satgas Penanganan COVID-19 di kabupaten setempat.

"Hingga Rabu sore tercatat 8 PDP dan 107 ODP," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember Gatot Triyono, Rabu, mengutip data infografis pantauan COVID-19 di Jember.

Sebelumnya pada Selasa (24/3) tercatat jumlah PDP di Jember sebanyak tujuh orang dengan rincian dua orang terkonfirmasi negatif dan lima pasien dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, sedangkan jumlah ODP sebanyak 93 orang.

Baca juga: Pemkab Jember perpanjang masa belajar di rumah hingga 5 April 2020
"Dari delapan orang yang berstatus PDP, lima orang di antaranya merupakan warga dari luar Kabupaten Jember," tuturnya.

Menurutnya, jumlah PDP sebanyak delapan orang dan dua pasien di antaranya telah dilakukan pemeriksaan spesimen di Litbangkes Kemenkes RI yang hasilnya negatif COVID-19, sedangkan enam pasien masih diisolasi di rumah sakit rujukan RSD dr Soebandi Jember dan menunggu hasil pemeriksaan.

"Bertambahnya satu orang PDP tersebut karena sebelumnya statusnya ODP dan mengalami tiga gejala yakni batuk, pilek, dan sesak napas," katanya.

Baca juga: Gubernur: Empat kabupaten di Jatim masih "hijau" dari COVID-19
Ia menjelaskan ODP yang tersebar di berbagai kecamatan tersebut ada yang dirawat di rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (PKM), dan ada yang rawat jalan yang mendapat pemantauan dari petugas PKM di wilayah setempat.

ODP tersebut tersebar di 24 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Sumbersari sebanyak 26 orang dan Kecamatan Kaliwates sebanyak 23 orang.

"Hingga kini belum ada yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Jember dan kami berharap semua warga Jember menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga tidak terpapar virus corona," katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020