Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai penyelenggara Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 di Pasuruan, Jawa Timur, pada 1 - 4 Oktober, menilai ajang ini merupakan presentasi hebat di bidang teknologi robot terbang tanpa awak.

Rektor Unesa Prof Nurhasan mendorong agar kreatifitas seluruh peserta tidak berhenti di akhir penyelenggaraan KRTI 2019.  

"Teruslah berinovasi, berkreasi untuk mewujudkan Indonesia maju," ujarnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu.

Kontes yang diselenggarakan Unesa bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) ini diikuti 95 tim dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke tujuh. 

"Robot Golden Eagle Art" dari Unesa turut bersaing di KRTI 2019  dan berhasil merebut Juara III untuk kategori Divisi Technology Development, serta desain terbaik kategori Subdivisi Propulsion System Development.

"Kami mengapresiasi tim robotik Golden Eagel Art Unesa yang telah bersaing dengan 95 tim dari 40 perguruan tinggi se- Indonesia dan berhasil merebut juara III serta desain terbaik di kategori Divisi Technology Development subdivisi Propulsion System Development," ucap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unesa Dedy Rahman Prehanto.

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Didin Wahyudin menyebut Unesa sebagai tuan rumah sukses menyelenggarakan keseluruhan pertandingan.

"Ukuran sukses tersebut setidaknya bisa dilihat dari tiga hal. Pertama, fasilitas yang diberikan dalam penyelenggaraan pertandingan. Kedua, lokasi pertandingan yang cukup bagus. Ketiga, kenyamanan para peserta," katanya.

Didin berharap seluruh peserta dapat mengambil hikmah dari setiap kegiatan KRTI 2019. 

"Kontes robot akan bermakna kelak di kemudian hari demi pertumbuhan teknologi di Indonesia dan bermanfaat dalam kehidupan nyata," ujarnya. (*)
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019