Pembangunan sentra kuliner di kawasan wisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, akan segera dilaksanakan setelah pemerintah daerah setempat melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian BUMN.

Seratusan pelaku wisata di Pantai Pulau Merah, Senin, diundang ke Pendopo Kabupaten Banyuwangi guna bersinergi mempercepat pelaksanaan pembangunan kawasan wisata pantai itu.

Dalam pertemuan pelaku wisata Pulau Merah dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi.

Azwar Anas mengemukakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian BUMN yang dipimpin staf khusus I Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol di Banyuwangi.

Dalam pertemuan itu, kata Anas, disepakati bahwa pembangunan pengembangan kawasan wisata Pulau Merah akan segera dilaksanakan dan diperkirakan mulai September 2019.

Pada pertemuan beberapa hari lalu itu, menurut ia, telah disepakati bahwa bulan September 2019 akan segera dilakukan pembangunan.

"Untuk tahap awal yang dibangun adalah sentra kuliner dan souvenir yang akan ditempati oleh pedagang setempat," ujarnya.

Kata Anas, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN telah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Pulau Merah.

"Kini pelaku wisata setempat yang harus menunjukkan keseriusan dukungan terhadap pembangunan ini," kata Anas.

Baca juga: Banyuwangi dan BUMN Kolaborasi Pengembangan Wisata Pantai Pulau Merah
Baca juga: BUMN Perkuat Kemitraan Kembangkan Pantai Pulau Merah

Wisata Pulau Merah merupakan salah satu pantai menawan di kawasan Banyuwangi selatan yang masuk pengelolaan Perhutani. Untuk pelaksanaannya, Kementerian BUMN sudah menetapkan PT Patra Jasa sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang hospitality.

Pengembangan kawasan Pulau Merah bakal mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini telah berkegiatan di sana.

Dalam rancangan pembangunannya yang diarsiteki oleh Yori Antar dengan memberikan ruang bagi semua penggiat UMKM yang selama ini telah berjualan.

"Pengembangan ini tidak akan menggeser aktivitas ekonomi yang telah ada, tapi akan menatanya lebih baik. Sebanyak 102 penjual yang ada akan ditempatkan di zona yang telah disediakan, sehingga kualitas pengelolaan destinasi ini bisa ditingkatkan lagi," papar Anas.

Sementara itu, Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi mengatakan pengembangan Pulau Merah akan mencakup kawasan seluas 43 hektare, dengan total investasi diperkirakan sebesar Rp67 miliar.

"Setelah memastikan kesiapan pelaku wisata dalam menyambut pembangunan ini, pembangunan fisik akan kami mulai pada minggu ketiga bulan September 2019. Pembangunan tahap awal ini akan mencakup pembangunan sentra kuliner dan UMKM dan bar pantai bagi wisatawan," kata Sumardi.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019