Ratusan seniman dari Kediri dan sekitarnya unjuk kebolehan berkreasi seni penampilan dalam kegiatan Kediri Nite Carnival 2019 yang digelar dengan start depan Taman Makam Pahlawan Kediri hingga balai kota.

Dari pantauan, dalam kegiatan yang digelar Sabtu malam itu, warga sudah memadati lokasi sejak petang. Mereka berjejer di sepanjang jalan protokol Kota Kediri, di belakang pagar yang sudah dibuat oleh panitia.

Kegiatan itu diikuti para seniman baik dari Kediri maupun luar kota. Mereka datang dari berbagai institusi baik swasta maupun pemerintah. Ada juga dari kelompok masyarakat lainnya yang ikut memeriahkan acara itu. Salah satunya dari PT Gudang Garam, Tbk Kediri.

Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk. Iwhan Tri Cahyono mengemukakan dalam kegiatan ini, perusahaan mengambil tema Wonderland of Java – The Beautiful Qeen of Sekartaji. Kisah Dewi Sekartaji dipilih untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat Kota Kediri kepada para leluhur yang telah membangun bangsa.

"Tema ini mengandung makna kebesaran nama Kerajaan Kediri dengan taman sari kerajaan yang indah. Jejak ini juga masih bisa kita lihat di Taman Sekartaji yang menjadi tempat kegiatan masyarakat sampai sekarang," kata Iwhan.

Dewi Sekartaji, lanjut dia, adalah Putri Raja Kediri Prabu Lembu Amiluhur. Perempuan ini konon sangat cantik dan memiliki budi pekerti luhur. Bahkan, kecantikannya terkenal hingga seluruh pelosok negeri dan mengundang ketertarikan para kesatria, salah satunya adalah Raden Inu Kertapati yang dikenal sebagai Panji Asmara Bangun.

Kisah romansa Dewi Sekartaji dengan Raden Panji Asmara Bangun ini sangat populer hingga ke berbagai daerah. Cerita ini juga memiliki banyak versi di Tanah Air (Jawa, Bali, Kalimantan) hingga di Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar dan Filipina, sebagai kekayaan budaya Nusantara.

Tak sekedar mengumbar kisah percintaan, legenda Dewi Sekartaji yang bernama asli Putri Galuh Candra Kirana juga menggambarkan kejayaan Kerajaan Kadiri di masa lampau.

"Kebijaksanaan seorang pemimpin serta budi pekerti luhur seorang putri inilah yang dibangkitkan kembali dalam gelaran Kediri Nite Carnival 2019 ini," kata dia.

Dalam kegiatan ini, tambah dia, kecantikan Dewi Sekartaji ditampilkan secara sempurna oleh seniman dengan nuansa kostum merah dan emas, sebagai gambaran kemewahan Kerajaan Kediri di masa lalu. Selama perjalanan, sang artis mengendarai replika kuda terbang yang menarik kereta kencana bertabur bunga. Terdapat ratu, raja, pangeran, hingga bidadari dalam alunan gending Jawa klasik.

Iwhan menambahkan, penghormatan kepada nilai kultur ini sejalan dengan nilai PT Gudang Garam Tbk. untuk selalu menjaga norma budaya Indonesia, khususnya Jawa. Kekompakan tim dari berbagai lembaga di perusahaan juga menjadi cermin soliditas seluruh karyawan di pabrik. Sedikitnya terdapat 50 personel terlibat dalam pertunjukan spektakuler ini.

Dalam gelaran Kediri Nite Carnival ini, perusahaan juga membagikan ratusan merchandise kepada para penonton, sebagai kenang-kenangan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku senang dan bangga dengan kegiatan ini, serta berharap seluruh masyarakat akan terhibur.

Dalam acara ini, hadir juga Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah dan sejumlah OPD di Kota Kediri, serta forkopimda. Mereka juga kompak mengenakan baju tradisional. Acara dimulai dengan sambutan lalu bersama-sama memberangkatkan para peserta.*
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019