Dinas Lingkungan Hidup akan menurunkan tim untuk mengecek langsung kondisi ratusan rumah yang retak di perumahan Dhamahusada Mas di Jalan Mulyosari 366 Kota Surabaya, Jatim, yang diduga akibat dampak pembangunan Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon pada Kamis (1/8).

"Kemarin saya baru tau kalau ada masalah karena selama ini tidak ada. Kita kan tidak ngerti, makanya kita cek saja ke lapangan dan setelah itu kita rapatkan dengan tenaga ahli," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Eko Agus Supiandi kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada surat maupun laporan dari warga terkait masalah tersebut ke DLH Surabaya. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap akan menurunkan tim kelapangan untuk merespons keluhan warga yang disampaikan melalui media massa.

"Rencana besok tim akan ke lapangan menanggapi keluhan warga," ujarnya.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Vinsensius Awey sebelumnya mengatakan pada saat sidak pihaknya melihat kondisi ratusan rumah mewah itu retak akibat penurunan tanah.

Menurut dia, penurunan tanah itu sangat terlihat karena terjadi cekungan sekitar 10 cm dan akibatnya cukup fatal terhadap ratusan rumah di Dharmahusada Mas. Hasil penelusuran Awey, ternyata proyek pembangunan apartemen Grand Dharmahusada Lagoon tersebut akan membangun basement 3 lantai (ke bawah).

Politikus Partai NasDem ini meminta kepada manajemen proyek pembangunan apartemen untuk bertanggung jawab secara penuh atas kerusakan yang ditimbulkan dengan cara mengembalikan seperti semula.

"Warga sempat diminta untuk membuat rincian biaya kerusakan semacam Rencana Anggaran Biaya (RAB), tetapi setelah dibuat oleh warga hanya disetujui 30 persen, padahal seharusnya tidak ada tawar menawar, harus 100 persen diganti," katanya.

Awey berpandangan bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen tersebut bisa dipersoalkan bahkan bisa saja izin itu dicabut, jika ternyata tidak mengikuti tahapan dan aturan yang sudah tercantum dalam peraturan daerah.

"Saya sudah minta DLH untuk menindaklanjuti permasalahan itu. Sesuai rencana DLH besok akan ke lokasi untuk mengecak rumah retak," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019