Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur menggerakkan semua anggota TNI di wilayah itu guna membantu perbaikan sebanyak 502 rumah tidak layak huni milik warga miskin dan kurang mampu di wilayah itu.

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M.Efendi di Pamekasan, Senin, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk membantu menyukseskan program pemerintah, yakni membantu perbaikan rumah warga miksin dan kurang mampu.

"Dan tahun ini, jumlah total rumah warga miskin dan kurang mampu yang hendak diperbaiki sebanyak 502 rumah," katanya, menjelaskan.

Ia menjelaskan, bantuan Ke-502 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Pamekasan itu merupakan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Kodam V/Brawijaya.

Para anggota TNI di Kabupaten Pamekasan digerakkan untuk membantu membangun rumah-rumah warga.

"Secara teknis pengerjaannya kami serahkan ke masing-masing Koramil yang ada di Pamekasan," kata Dandim.

Menurut Dandim, ada misi penting yang harus dilaksanakan para anggota TNI yang ditugaskan membantu perbaikan dan pembangunan rumah tidak layak huni tersebut, yakni menggugah kesadaran masyarakat untuk bergotong royong.

"Anggota yang kami tugaskan membantu perbaikan rumah tidak layak huni itu dianggap sukses dan memiliki nilai lebih, apabila mampu menggugah masyarakat sekitar ikut membantu," katanya.

Dandim menjelaskan, pihaknya melakukan penilaian kepada para anggota TNI yang ditugaskan membantu memperbaiki rumah tidak layak huni bantuan Pemprov Jatim tersebut, yakni melihat jumlah warga yang membantu.

"Jika banyak warga yang membantu, maka kami memberikan hadiah khusus. Sebab itu berarti anggota kami berhasil menggugah kesadaran masyarakat bergotong-royong," katanya.

Dengan demikian, sambung dia, anggota yang bisa menggugah kesadaran masyarakat, yakni ikut membantu memperbaiki rumah yang sedang dikerjakan personel TNI itu, akan memiliki dua keuntungan.

Keuntungan pertama, pekerjaan anggota tentu lebih ringan, dan keuntungan kedua, akan mendapat hadiah.

"Kami menyediakan hadiah khusus, karena dengan demikian anggota itu berarti sukses dalam mendorong dan mewujudkan kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong," katanya, menjelaskan.(*)

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019