Lebih dari 100-an warga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih terjebak banjir dan belum bisa dievakuasi, karena memilih bertahan saat air bah mulai menggenangi pemukiman mereka.

"Proses evakuasi memang berjalan agak lama, karena debit air yang masih tinggi di beberapa titik," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono dikonfirmasi melalui telepon, Kamis.

Beberapa titik korban banjir yang belum bisa dijangkau tim evakuasi SAR gabungan, antara lain ada di lingkungan perumahan Citra Muri Kencana, Keling Pengkol, Kepatihan, dan Jalan Imam Bonjol, Kota Ponorogo.

Data BPBD Ponorogo mencatat sebaran banjir dan tanah longsor terpantau di 18 desa yang berada di 10 kecamatan.

Menurut Setyo, banjir dan longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Selasa (5/3) malam dan Rabu (6/3) pagi seiring hujan yang mengguyur wilayah itu beberapa jam, namun warga saat itu masih enggan mengungsi. 

Kepanikan mulai terjadi setelah pada Kamis (6/3) hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dan menyebabkan debit banjir kian meningkat hingga ketinggian di atas satu meter.

"Kondisi yang semakin mengkhawatirkan membuat warga panik dan minta bantuan untuk dievakuasi (diungsikan)," katanya.

Baca juga: Banjir bandang terjang ratusan keluarga di Tulungagung
Baca juga: Round-up - Banjir, tanah longsor dan angin kencang landa Jatim

Akan tetapi, saat permintaan mengungsi datang, kondisi debut air sedang tinggi-tingginya. Di beberapa titik lokasi banjir ketinggian air bahkan disebut mencapai 1,5 hingga 2 meter.

Selain itu, arus banjir juga deras, sementara persediaan perahu karet bermesin maupun petugas SAR gabungan jumlahnya terbatas.

"Tetap kami lakukan upaya evakuasi, namun memang tidak bisa cepat," ujarnya.

Selain banjir dan tanah longsor, jalur utama jurusan Ponorogo - Pacitan sempat terputus total akibat guguran tebing yang menutup akses jalan di Desa Gemaharjo, Pacitan.

Setyo Budiono menambahkan, jumlah pengungsi sementara di dua titik lokasi pengungsian saat ini tercatat sebanyak 454 orang. 

Selain itu, ada juga tercatat 25 orang mengungsi di rumah saudaranya dan hingga saat ini masih dalam dilakukan pendataan, sehingga kemungkinan jumlahnya bertambah. (*)

Baca juga: Banjir di Madiun meluas ke delapan kecamatan
Baca juga: Jasamarga : banjir di ruas tol Ngawi-Kertosono mulai surut

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019