Surabaya (Antaranews Jatim) - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta para santri menggerakkan ekonomi umat melalui kepedulian terhadap dunia usaha.

“Enam puluh persen santri, jika diberi kejuruan untuk diberikan pelatihan, pendampingan dan permodalan bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya di sela menghadiri haul ke-133 almarhum KH Abdul Karim di Bangkalan, Madura, Minggu.

Melalui siaran pers yang diterima di Surabaya, Sandiaga Uno menyebut bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan, tapi juga pusat pelatihan kewirausahaan bagi para santri.

Di Bangkalan, pasangan Prabowo Subianto tersebut juga silaturahim di Pondok Pesantren Sembilangan Kramat, yang disambut pengasuh ponpes KH Muhammad Shofwan serta tokoh-tokoh ulama Madura lainnya.

Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menyempatkan berziarah ke makam KH Abdul Karim.

Menurut dia, kegiatan-kegiatan ini menggerakkan ekonomi masyarakat sekitarnya, semisal 500 meter dari pesantren banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangannya, mulai kuliner, baju muslim bahkan mainan anak-anak.

“Kegiatan seperti ini menjadi pusat gerakan ekonomi umat, termasuk bentuk Islam Rahmatan Lil Alamin, yaitu Islam membawa rahmat dan kesejahteraan bagi alam semesta,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Sahabat Prabowo-Sandi Jawa Timur, Fauzi Mahendra, yang ikut dalam acara tersebut mengaku semakin yakin akan menang di Pemilihan Presiden 2019.

Selain menggunakan ilustrasi gerakan ekonomi umat, kata dia, Sandiaga terlihat dekat dan akrab dengan para ulama.

 “Kedekatan Bang Sandi dan para ulama pesantren menunjukkan bahwa para ulama pesantren sangat terbuka dan menerima Sandiaga sebagai cawapres yang akan memimpin bangsa Indonesia,” katanya.

Pemilihan Presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 dan diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma'ruf Amin di nomor urut 01, kemudian Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019